BREAKINGNEWS.CO.ID - Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs. Agus Andrianto, SH, MH mewakili Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menerima audiensi dari tokoh Sinergi Nawacita Indonesia (SNCI). Pertemuan bertempat di Ruang Kerja Kabaharkam Polri, Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Dalam kesempatan ini, Kabaharkam Polri didampingi oleh Kakorsabhara Baharkam Polri, Kakorbinmas Baharkam Polri, dan Kakorpolairud Baharkam Polri.

Sementara dari SNCI hadir RM Suryo Atmanto (Ketua Umum SNCI), A Zaki (Sekjend SNCI), Leo RT Panjaitan SH, MH (Kadiv Sospol SNCI), Thoni Damanik (Kabid Pertahanan Negara PIKA-SNCI), Reginald Aippasa (Dewan Pakar SNCI), dan Uya Pinta (Sekretaris Ketum SNCI).

Suryo Atmanto menjelaskan, SNCI adalah koalisi nonpartai-swasta-profesional. SNCI beranggotakan sekitar 500 orang. Di bawahnya memiliki 44 asosiasi nawacita. Tujuannya mengawal dan menyukseskan kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin.

‌"Tugasnya yaitu memberikan masukan yang bersifat nasional kepada Presiden, termasuk membantu implementasi program-program pemerintah, mencari solusi," kata Suryo Atmanto.

Ia mencontohkan, kegiatan SNCI antara lain program peningkatan produktivitas petani melalui kerja sama dengan pemilik lahan, khususnya untuk mengatasi permasalahan bibit, pupuk, dan pekerja. Ada juga wacana untuk membangun Lemhades (Lembaga Ketahanan Desa) yang tujuannya untuk menyiapkan kepala desa agar siap mewujudkan Nawacita di wilayahnya.

Selain itu, ada juga Program untuk memajukan industri pertahanan swasta di mana saat ini sudah ada 41 industri pertahanan swasta yang diwadahi oleh asosiasi yang tergabung dalam SNCI. Salah satu contohnya robot yang digunakan untuk latihan menembak yang sudah diuji coba di Mako Brimob Kelapa Dua dan Platina di Akpol.

"Namun sampai saat ini masih belum ada anggaran untuk pengadaan robot pelatihan menembak tersebut. Dan masih ada beberapa program lainnya yang sangat perlu dukungan dari pihak Kepolisian," ungkap Suryo Atmanto.

Menanggapi hal itu, Kabaharkam Polri mengatakan, Baharkam Polri siap mendukung sepenuhnya terkait program-program pemerintah untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan. Karena Baharkam Polri adalah pengemban fungsi kepolisian yang mengedepankan upaya-upaya preemtif dan preventif untuk mengelola ambang gangguan dan potensi gangguan agar tidak menjadi gangguan nyata.

"Baharkam juga sudah membangun komunikasi dengan pihak terkait seperti kementerian KKP, Dirjen Bea Cukai, Kementerian BUMN untuk mensinergikan kegiatan-kegiatan dan program pemerintah guna mengembangkan ekonomi kerakyatan sehingga meningkatan kesejahteraan masyarakat dan mencegah kejahatan serta terciptanya Kamdagri (keamanan dalam neger)," terang Komjen Pol Agus Andrianto.