JAKARTA - Polisi terus mengusut kasus pembakaran Markas Polres Dharmasraya di Sumatera Barat. Polisi menyebut kalau pelaku pembakaran tersebut adalah anak perwira Polri. Tapi tidak dijelaskan siapa diantara kedua pelaku yang dimaksud anak perwira Polri itu.

Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan, meski merupakan anak perwira Polri, yang bersangkutan sudah lama tidak berhubungan dengan anggoa keluarga mereka. Tapi, polisi tetap akan memeriksa orang tua pelaku.

"Iya betul (anak perwira Polri). Tapi yang bersangkutan sudah lama meninggalkan rumahnya dan sudah tidak ada hubungan dengan orang tuanya. Termasuk orang tuanya juga dilakukan investigasi secara mendalam," ujar Syafruddin di Polda Metro Jaya, Senin (13/11/2017).

Polisi juga memeriksa kedua pelaku di luar kasus pembakaran karena keduanya juga menghalang-halangi petugas yang ingin memadamkan api. Mereka menembakan panah kepada para petugas. 

"Kedua pelaku menghalang-halangi petugas pemadam kebakaran, kemudian menembakkan beberapa busur panah kepada aparat yang sedang melakukan pemadaman maupun aparat yang melakukan pengamanan di Polres itu. Sehingga aparat melakukan tindakan tegas sehingga bisa melumpuhkan dua pelaku tersebut," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua pelaku yakni Eka Fitria Akbar (24) yang merupakan warga Kabupaten Muaro Bungo dan Enggria Sudarmadi (25), warga Merangin, Provinsi Jambi membakar Markas Polres Dharmasraya dengan cara menembakan anak panah api. Peristiwa ini terjadi pada pukul 03.00 WIB.

Akibat perbuatan keduanya, seluruh bangunan utama Mako Polres Dharmasraya yang berada di jalan Lintas Sumatra Km. 200, Gunung Medan, Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, ludes terbakar