JAKARTA - Upaya pemerintah untuk memberikan layanan kepada wajib pajak di Samsat Polda Metro Jaya, secara keseluruhan sudah maksimal. Akan tetapi di loket pembayaran Bank Rakyat Indonesia (BRI) masih terlihat adanya penumpukan wajib pajak di loket pembayaran.

Pemandangan ini hampir terjadi setiap hari dan tentu saja amat mengganggu pandangan mata. Para wajib pajak terlihat berjubel karena tidak didukung ketersediaan jumlah loket dan kurang maksimalnya pelayanan petugas pembayaran BRI terhadap wajib pajak.

“Secara sistem sudah bagus. Tertib dan tak ada masalah. Hanya BRI-nya yang bukanya suka telat. Hari ini BRI hanya satu loket yang buka. Sebenarnya jika buka BRI-nya tak telat dan tidak satu loket yang buka seperti hari ini. Seperti biasa enak,” kata salah seorang wajib pajak yang kebetulan mengantri di loket BRI Polda Metro Jaya, Jumat (12/8).

Rojai, salah seorang wajib pajak yang tinggal di Karet Kuningan, Jakarta Selatan, mengaku sangat memahami jam kerja di Samsat. Petugas kepolisian dari jajaran Direktorat Lalulintas sudah mulai kerja pukul 08.00 WIB. Seharusnya jam kerja di loket BRI menyesuaikan dengan bukanya loket layanan BPKB, dan tak ada salahnya menambah loket layanan.

Dengan berjalannya sistem First In First Out (FIFO) yang tak membedakan siapa yang hadir duluan wajib didahulukan, membuat layanan terhambat, akibat menumpuknya antrian di loket BRI.

Sementara itu, koordinator BRI cabang Polda Metro Jaya, Yunita, yang hendak dikonfirmasi baik melalui WA dan melalui teleponnya di nomor ponselnya 0815855xxxx belum menjawab untuk dikonfirmasi terkait persoalan ini. 

Corporate Secretary Bank Rakyat Indonesia Hari Siaga yang dikonfirmasi breakingnews.co.id, Sabtu (12/8/2017) juga tidak menjawab meski selularnya aktif.

BREAKINGNEWS.CO.ID