BREAKINGNEWS.CO.ID - Forum Pemuda Pemerhati Demokrasi (FPPD) DKI Jakarta menilai wajar jika adanya wacana capres nomor urut 02, Prabowo Subianto mundur dari Pilpres 2019 akibat adanya kecurangan.

Namun, terlepas dari benar atau tidaknya bahwa Prabowo akan mundur sebagai Paslon presiden jika melihat banyak potensi kecurangan tersebut, perlu digaris bawahi bahwa saat ini bukan saja hoax yang membuat resah masyarakat. Tetapi kecurangan pada tiap proses pemilihanpun juga sangat meresahkan terutama pada tiap momen Pilpres dan ini lebih parah akibatnya ketimbang hoax.

"Mungkin hoax hanya akan berefek satu sampai dua bulan. Tap, berbuat curang dalam memenangkan pilpres berakibat menyengsarakan rakyat selama 5 tahun," kata Ketua FPPD DKI Jakarta Suriadin P La Ode kepada Breakingnews.co.id saat dihubungi, Senin (14/1/2019).

"Maka saya ingin katakan bahwa inisiatif Prabowo untuk mundur bila banyak melihat potensi kecurangan sangatlah wajar. Karena mungkin saja Ia Beranggapan bahwa 'sama saja diajak untuk tidak menebar hoax dan untuk tidak berbuat curang. Tetapi malah yang menyuruh kita yang melakukan kecurangan dan menyebarkan hoax'," imbuhnya.

Selain itu, Suriadin juga berpendapat bahwa representasi dari pemilihan secara demokrasi tak lain dan tak bukan hanya semata-mata untuk meng-ouput atau melahirkan pemimpin yang diharapkan oleh rakyat Indonesia.

"Maka, tujuan dan makna dibalik alibi atau inisiatif 'mundur' Pak Prabowo, saya menilainya sebagai bagian dari pada menjunjung nilai-nilai kebenaran, keadilan serta menginkan pemilihan presiden dan wakil presiden 2019 ini berjalan dengan baik dan benar tanpa ada kecurangan dan kebohongan sekalipun.

Selain itu, lanjut Suruadin, makna dibalik wacana mundur Prabowo itu adalah jika mantan Danjen Kopassus itu menginginkan agar rakyat betul-betul diberi pendidikan politik yang layak dikonsumsi. Bukan yang malah membodohi, bukan pula yang menipu yang ujung-unjungnya hanya menyensarakan rakyat.

"Untuk itu secara pribadi saya juga mengajak dan berharap kepada seluruh rakyat Indonesia agar ajang pemilihan presiden kali ini, mari kita sukseskan tanpa adanga kecurangan, tanpa sebuah kebohongan. Namun, harapannya adalah melahirkan pemimpin yang dapat membawa rakyat dan negara ini kearah yang lebih baik," pungkasnya.