BREAKINGNEWS.CO.ID -  Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menenggarai luapan air sungai banjir kanal yang mengakibatkan banjir di RW 11 Kelurahan Alai Parak Kopi, Kota Padang, pada Jumat sore (2/11) karena pembangunan rel kereta api yang melintas di kawasan itu. "Aktivitas pembangunan rel kereta api mengkibatkan kayu-kayu besar serta material lain yang hanyut dibawa air tertahan, sehingga air menumpuk lalu meluap," kata Nasrul saat melakukan kunjungan langsung ke lokasi banjir di Padang, Sabtu (3/11/2018).

Ia meminta PT KAI memastikan pekerjaan itu dilakukan secara profesional dan memenuhi standar teknis, dalam artian juga mempertimbangkan keadaan sungai, kecepatan air, dan berapa volume air yang bisa tertampung saat curah hujan tinggi.

"Apalagi ada rumah warga yang rusak parah, harapan kami PT KAI segera menyelesaikan pekerjaan ini," tegasnya.

Menurut keterangan warga serta Lurah Alai Parak Kopi, Agustinus, banjir pada Jumat (2/11) itu adalah yang terparah dalam empat puluh tahun terakhir.

Dalam kunjungan tersebut wakil gubernur melakukan dialog langsung dengan masyarakat yang terdampak, serta mencari solusi yang dibutuhkan.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk kebutuhan dan bantuan kepada warga yang terdampak bencana.

Berdasarkan data ada sekitar 200 unit rumah warga yang terdampak banjir di RW 11 Kelurahan Alai Parak Kopi, dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) mencapai 650 KK.

Delapan unit di antara rumah tersebut diketahui mengalami rusak parah.

Banjir disebabkan luapan air dari banjir kanal, dampak hujan yang mengguyur sejak Jumat siang.

Banjir tersebut juga  mengakibatkan dua orang anak tewas. "Dalam peristiwa hari ini dua anak yang menjdi korban jiwa," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Edi Hasyimi.

Kedua anak itu adalah Pasilah Azzam (7) di Kecamatan Koto Tangah, yang diketahui sedang mandi-mandi sebelum kejadian.

Anak kedua adalah Jihan Melani (6) di Kelurahan Bungus Teluk Kabung, yang terseret air bah saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Pada bagian lain, BPBD Padang mencatat bencana terdampak pada enam kecamatan. Yaitu Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, Pauh, Lubuk Kilangan, Padang Selatan, dan Padang Utara.