BREAKINGNEWS.CO.ID - Revisi visi misi pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebenaranya tidak terlalu penting. Pengamat politik dari Lembaga Analisis Politik Indonesia (L-API), Fadlin Guru Don (FGD) mengatakan karena sekarang yang dibutuhkan masyarakat adalah program strategis untuk mewujudkan visi maupun misi itu sendiri.

"Visi misi itukan cuma mimpi, mimpi biasanya tidak selalu terwujud," kata Fadlin kepada breakingnews.co.id saat dihubungi, Jum'at (11/1/2019).

Menurutnya, visi maupun misi itu masih bersifat umum. Terlebih, perubahan visi misi yang lama ke visi misi yang baru tidak terlalu jauh.

"Yang harus dikerjakan oleh Prabowo-Sandi adalah menguraikan visi menjadi misi lalu kemudian dijabarkan sedetail mungkin untuk mewujudkan visi-misi tersebut dalam bentuk program yang lebih strategis," ujarnya. "Karena percuma saja visi-misinya sangat cantik dan seksi tapi tidak bisa diwujudkan, itukan sama saja dengan mimpi kan," imbuh Fadlin.

Lagi pula, lanjutnya, visi misi atau program kerja bisa disampaikan secara lisan di mimbar-mimbar bebas atau saat terjun ke masyararakat. Masyarakat sudah cerdas, bukan teksnya yang ditunggu tetapi kerja nyata setelah mereka terpilih jadi presiden dan wakil presiden nanti.

"Jadi yakinkanlah masyarakat bahwa mereka lebih baik memimpin rakyat Indonesia, itu yang lebih prinsipil. Bukan justru mempertentangkan soal bisa atau tidaknya direvisi atau tidak visi misi itu," ujarnya.

"Waktunya tinggal sedikit lagi, saran saya kepada Prabowo-Sandi dan timnya agar lebih konsen bicara soal program dan langkah strategis yang dapat meningkatkan elektabilitasnya daripada menyoalkan hal-hal yang tidak penting untuk masyarakat," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melakukan perubahan terhadap visi misi mereka. Adapun revisi yang sangat mencolok yakni penggunaan kata 'pilar' yang diubah menjadi 'fokus'. Selain itu, visi misi Indonesia Menang tersebut juga terlihat lebih ringkas.

Visi pasangan calon 02 setelah direvisi berbunyi: Terwujudnya Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang adil, makmur, religius, dan bermartabat dalam bingkai persatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Visi sebelum direvisi yakni: Terwujudnya Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang adil, makmur, bermartabat, relijius, berdaulat di bidang politik, berdiri diatas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional yang kuat di bidang budaya serta menjamin kehidupan yang rukun antar warga negara tanpa memandang suku, agama, latar belakang sosial dan rasnya berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Sedangkan misi mereka tetap terdiri dari 5 butir. Pada dokumen misi yang baru, namun kalimatnya diperpendek.

Sebelumnya ada 4 pilar yakni; Pilar Ekonomi, Pilar Kesejahteraan Rakyat, Pilar Budaya dan Lingkungan Hidup, dan Pilar Politik, Hukum dan Hankam. Kini pilar tersebut berubah menjadi fokus dan terdiri dari 5 butir. Berikut kutipannya:

Fokus Pertama: Ekonomi yang mengutamakan rakyat, adil, makmur, berkualitas, dan berwawasan lingkungan.

Fokus Kedua: Peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial.

Fokus Ketiga: Keadilan di bidang hukum dan demokrasi berkualitas.

Fokus Keempat: Menjadikan negara Indonesia rumah yang aman, nyaman, dan berdaulat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Fokus Kelima: Penguatan karakter dan kepribadian yang luhur.