BREAKINGNEWS.CO.ID -  Wall Street tumbang dengan indeks-indeks utama anjlok pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang penyebaran cepat COVID-19 di Amerika Serikat, setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan situasi "mengerikan" dalam dua pekan mendatang.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 973,65 poin atau 4,44 persen, menjadi ditutup pada 20.943,51 poin. Indeks S&P 500 jatuh 114,09 poin atau 4,41 persen, menjadi berakhir di 2.470,50 poin. Indeks Komposit Nasdaq terperosok 339,52 poin atau 4,41 persen, menjadi ditutup di 7.360,58 poin.

Seperti dikutip laman Antaranews.com, tiga indeks utama anjlok lebih dari lima persen pada posisi terendah sesi. Semua 11 sektor utama S&P 500 mundur secara signifikan, dengan utilitas dan real estat jatuh lebih dari enam persen pada penutupan, mewakili dua kelompok berkinerja terburuk.

Amerika Serikat menjadi negara pertama dengan lebih dari 200.000 infeksi COVID-19 pada Rabu (1/4), menurut penghitungan baru dari Universitas Johns Hopkins.

Pada Rabu sore (1/4/2020), total 203.608 kasus yang telah dikonfirmasi dilaporkan di Amerika Serikat dengan 4.476 kematian, menunjukkan penghitungan yang diperbarui oleh Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) Universitas Johns Hopkins.

Pakar kesehatan pada Satuan Tugas Virus Corona Gedung Putih mengatakan pada Selasa (31/3) bahwa sekalipun dengan pedoman jarak sosial (social distancing) nasional pemerintah Trump diperketat, orang Amerika masih harus siap untuk prospek virus corona yang menyebabkan 100.000 hingga 240.000 kematian di negara itu.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa (31/3) memperingatkan bahwa negara harus bersiap untuk "dua minggu yang sangat menyakitkan, sangat, sangat menyakitkan."

Di sisi data, aktivitas ekonomi di sektor manufaktur berkontraksi pada Maret di tengah meluasnya penyebaran virus corona, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan pada Rabu (1/4). Indeks manufaktur ISM merosot menjadi 49,1 persen pada Maret dari angka Februari di 50,1 persen.

Ketenagakerjaan sektor swasta AS menurun 27.000 pekerjaan dari Februari ke Maret, menurut data perusahaan penggajian (payrolls) Automatic Data Processing (ADP) pada Rabu (1/4).