JAKARTA - Sebuah video yang memperlihatkan seorang polisi menembak ke pengedar narkoba di Makassar, Sulawesi Selatan menjadi viral di media sosial. Dalam video itu, pelaku meminta ampun, namun polisi tetap meluncurkan timah panasnya itu. "Hanya luka lecet saja. Jadi bukan ditembak langsung oleh anggota. Kejadiannya tidak seperti divideo yang viral di media sosial itu bilang ditembak langsung," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani, Minggu (29/4/2018).

Kejadian itu bermula ketka Bripka Rahmat Jaya bertugas mengamankan pengisian mesin ATM serta curiga dengan gerak-gerik pelaku bersama tiga orang yang lain. Saat itu, ia melihat pelaku memberi sebungkus rokok lantas diberikan uang Rp 150 ribu.

Saat dihampiri, tiga orang yang lain langsung kabur dan tersisa hanya seorang pelaku. Saat digeledah, rokok itu, ternyata berisi paket sabu yang terbungkus plastik. Pemeran inipun juga hendak melarikan diri, tetapi berhasil dihalau. "Temannya ini sudah kabur duluan. Dia juga mau kabur. Saat itulah anggota kami dengan sigap melumpuhkan pelaku yang saat itu, juga mau dihakimi oleh warga. Petugas ini khawatir kalau pelaku membawa senjata, apa lagi dia hanya seorang diri saat itu," lanjutnya.

"Jadi kami tidak melakukan aksi cowboy. Tindakan ini semata-mata hanya untuk melumpuhkan pelaku dan untuk menjaga dirinya, karena banyak pelaku narkoba tidak segan melawan dengan senjata juga," terangnya.

Meskipun demikian, Bripka Rahmat Jaya yang bertugas di Subdit Pam Obvit Polda Sulsel, tetap ditangani oleh Propam. Sementara, pelaku narkoba yang disebut sebagai supir taksi daring, sudah diserahkan ke Dirresnarkoba Polda Sulsel. Tiga orang rekan pelaku, juga masih dalam pengejaran.