Shanghai – Pebalap Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel merasa dirugikan dengan timing keluarnya Safety Car pada sesi balapan GP Cina di sirkuit Internasional Shanghai, Cina, Minggu (15/4/2018). Pebalap Jerman tersebut menilai jika ia telah kehilangan peluang meraih kemenangan saat keluarnya Safety Car menyusul insiden senggolan duo monil Toro Rosso.

Insiden senggolan antar sesama pembalap Toro Rosso, Brendon Hartley dan Pierre Gasly, memicu keluarnya Safety Car setelah banyaknya serpihan yang bersebaran di hairpin Tikungan 14. Tapi keputusan dari FIA tersebut baru muncul ketika Valtteri Bottas dan Vettel sama-sama sudah melewati garis safety car yang berarti mereka tidak bisa masuk ke dalam pit.

Sementara duo Red Bull, Max Verstappen dan Daniel Ricciardo, masih mendapat kesempatan untuk melakukan pit stop dan memasang ban segar. Keputusan inilah yang pada akhirnya membuahkan kemenangan untuk Ricciardo.

"Tidak bisa dipungkiri timing safety car telah merugikan saya dan Valtteri. Karena kami tidak diberi kesempatan untuk bereaksi," ucap Vettel. "Kami langsung tertahan mobil Safety Car, jadi bisa dibilang kami sudah kehilangan peluang untuk menang di saat itu juga. Karena kami tidak diberi pilihan untuk memasang ban baru atau bertahan di trek," jelasnya seperti dikutip Motorsport.

Lamanya jarak waktu antara insiden dengan turunnya Safety Car juga membuat Vettel frustrasi. Karena ia berpendapat bahwa Charlie Whiting (direktur balap F1) seharusnya punya cukup waktu untuk memastikan para pimpinan balapan tidak dirugikan. "Saya masih belum paham mengapa masih ada kejadian di mana Safety Car mengubah jalannya balapan. Pada 2014 di Hongaria, kita juga melihat situasi yang serupa. Saat itu pimpinan balapan dirugikan dengan Safety Car yang turun setelah mereka melewati pintu masuk pit lane,” paparnya.

“Saya mengerti terjadinya insiden menuntut reaksi secepat mungkin. Dalam kondisi seperti itu, kita tidak punya waktu untuk melihat semua posisi pebalap. Tapi di sini kita punya jeda dua lap, jadi mengapa mereka tidak menurunkan Safety Car setengah menit lebih awal. Dengan begitu semua pebalap bisa punya pilihan untuk melakukan pit atau tidak," ungkapnya.