BREAKINGNEWS.CO.ID – Pembalap Scuderia Farrari, Sebastian Vettel mengatakan bahwa musuh terbesarnya di lintasan balap adalah dirinya sendiri. Meski saat ini masih tertinggal dalam penorehan poin dari rival terberatnya Lewis Hamilton pada papan klasemen sementa, namun diirnya bertekat untuk tak membiarkan pembalap Mercedes itu turus berada di puncak.

Pembalap asal Jerman tersebut gagal memangkas defisit poin setelah finis tanpa podium di GP Italia 2018 di Sirkuit Monza. Sementara pada balapan tersebut, Hamilton sukses memenangkan perlombaan. Hasil tersebut membuat Hamilton saat ini kokoh di puncak klasemen dengan jumlah poin yang telah di kumpulkannya, yakni 256 poin. Jumlah poin tersebut berselisi 30 poin dari Vettel yang saat ini berada di urutan kedua dengan total 226 poin.

"Saya pikir musuh terbesar saya adalah diri sendiri. Kami memiliki mobil yang hebat, saya memiliki kesempatan untuk melakukan dengan cara kami, tetapi saya membiarkan Hamilton memimpin terlalu jauh," kata Vettel, dikutip F1Today.

Meski gagal memangkas defisit poin dengan Hamilton, Vettel optimistis melakoni balapan di GP Singapura dengan baik. Balapan tersebut akan berlangsung di Sirkuit Marina Bay, Minggu (16/9/2018) mendatang. "Kami masih memiliki peluang yang bagus (di GP Singapura) dan seperti yang sudah saya katakan, kami akan menjadikan diri sendiri sebagai musuh terberat," kata Vettel.

Dalam kesempatan yang sama, Ferrari pun menyampaikan salam perpisahannya dengan sang tandem, Kimi Raikkonen yang sudah dipastikan akan meninggalkan Ferrari diakhir musim ini usai pihak pabrikan asal Italia ini menemui kesepakatan dengan tim Sauber untuk tukar guling Raikkonen dengan pembalap mudah, Charles Leclerc.

"Selama tahun-tahun ini, kontribusi Kimi Raikkonen kepada tim, baik sebagai pebalap maupun karena kualitasnya sebagai manusia, sangat penting. Dia memainkan peran yang menentukan dalam pertumbuhan tim dan pada saat yang sama menjadi pemain tim yang hebat.
Sebagai juara dunia untuk Scuderia Ferrari, dia akan selalu menjadi bagian dari sejarah dan keluarga tim. Kami berterima kasih kepada Kimi untuk semua ini dan berharap dia dan keluarganya sejahtera."

Kimi Raikkonen membela tim berlogo kuda jingkrak dalam dua periode. Periode pertama Raikkonen dengan Ferrari terjadi antara tahun 2007-2009, di mana pada musim pertamanya berhasil menyabet gelar juara dunia. Setelah sempat vakum dari F1 dan akhirnya membela tim Lotus, Raikkonen kemudian kembali ke Ferrari pada 2014.