BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPP Partai Hanura, Inas Nasrullah Zubir mengatakan, kubu Prabowo-Sandiaga Uno saat ini tengah putus asa. Pasalnya kata Inaz, jagoan mereka tak punya rekam jejak yang gemilang. Hal tersebut diutarakan Inaz menanggapi pernyataan kubu Prabowo-Sandiaga yang mengusulkan debat versi bahasa Inggris untuk kandidat Capres-Cawapres. 

"Kubu Prabowo sedang putus asa dan panik karena capres dan cawapresnya tidak punya jejak rekam yang gemilang di birokrasi, bahkan cawapresnya wakil gubernur gagal yang punya program OK OCE yang akhirnya amburadul," ujar Inas saat dihubungi, Jumat (14/9/2019).

Inaz pun menyindir soal negara dimana Prabowo dan Sandiaga menempuh pendidikan. Kata Inaz, jangan karena keduanya belajar di Amerika lalu minta berdebat bahasa Inggris. 

"Jangan karena Prabowo dan Sandiaga Uno tamatan Amerika dan fasih berbahasa Inggris, lalu minta debat dalam bahasa Inggris, besok-besok kalau ada capres yang jago bahasa Mandarin, lalu minta debat juga dalam bahasa mandarin, edan itu namanya!," tegasnya. 
 
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon berkilah. Kata Fadli, hal tersebut bukan usulan resmi. "Ya itu bukan usulan resmi lah. Itu kan usulan dari orang perorang, kita belum menjadikan itu usulan resmi. Saya pikir kalau debat itu ya bahasa Indonesia juga sudah cukup," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018). 
 
Kata Fadli, perdebatan versi bahasa Inggris boleh saja tetapi masyarakat perlu tahu substansi debat tersebut. "Kalau ada sedikit sesi soal itu ya boleh-boleh saja, tapi kan saya kira masyarakat ingin tahu dari debat itu substansinya apa. Memang perlu juga kemampuan berbahasa. Kemampuan berbahasa itu bukan persoalan bahasa asing saja, tapi juga persoalan bahasa Indonesia," jelasnya. 
 
"Jadi kalau saya melihat itu baru usulan yang sifatnya lontaran-lontaran. Kita nanti kan waktunya kan belum masa kampanye. Jadi, tapi usulan itu juga bisa artinya sebuah kemajuan juga. Tapi menurut saya sih tentu bahasa Indonesia lah yang penting," jelasnya.