BREAKINGNEWS.CO.ID - Sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan Turki ke Suriah Utara, pemerintah Kanada resmi mengumumkan telah menangguhkan izin penjualan senjata ke Ankara. Keputusan pemerintah Kanada tersebut mengikuti langkah serupa yang diambil oleh sejumlah negara di Eropa.

Kementerian Luar Negeri Kanada dalam sebuah pernyataannya pada Selasa (15/10/2019) mengatakan "Kanada dengan tegas mengutuk serangan militer Turki ke Suriah." Kanada menganggap tindakan sepihak Turki berisiko merusak stabilitas kawasan yang sudah rapuh. Operasi militer Turki yang menargetkan milisi Kurdi di Suriah juga dinilai memperburuk situasi kemanusiaan. 

"Dan membalikkan kemajuan yang sudah dicapai oleh Koalisi Global Melawan ISIS, di mana Turki menjadi anggota," ujar Kementerian Luar Negeri Kanada. Menurut daftar yang dirilis kementerian, izin ekspor yang dibekukan meliputi properti berupa peralatan militer. Pada 2018, penjualan senjata Kanada ke Turki mencapai hampir 116 juta dolar Kanada atau sekitar 1,2 triliun rupiah.

Sebelumnya Prancis dan Jerman telah lebih dulu menyetop penjualan senjata ke Turki. Menurut Russian Today, Prancis akan menghentikan semua penjualan senjata ke Turki yang dapat digunakan untuk melakukan serangan ke milisi Kurdi di Suriah.  "Dengan mengharapkan berakhirnya serangan ini, Prancis telah memutuskan untuk menangguhkan semua rencana mengekspor senjata ke Turki yang dapat digunakan dalam ofensif ini," bunyi pernyataan bersama Kementerian Luar Negeri dan Pertahanan Prancis.

Operasi militer Turki di Suriah yang dimulai sejak Rabu pekan lalu telah memakan korban warga sipil. Serangan ini juga memicu kecaman internasional, dan negara Barat. Turki sendiri mengatakan tujuan operasi ini adalah untuk memukul mundur pasukan Kurdi di Suriah, yang dianggapnya sebagai teroris, serta membangun zona aman bagi pengungsi.

Invasi Turki yang menargetkan sejumlah basis dan kamp-kamp pasukan Kurdi ditakutkan memperbesar peluang para pejuang ISIS yang masih menjadi tawanan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) kabur. Tidak hanya itu, serangan Turki terhadap Kurdi juga dikhawatirkan membuat sejumlah pemimpin ISIS yang masih bersembunyi keluar dan kembali menyebarkan propaganda untuk kembali mengkonsolidasikan kekuatan.