BREAKINGNEWS.CO.ID - Kesan terbaik diberikan Festival Wonderful Indonesia 2018 edisi PLBN Nanga Badau. Penyanyi Fitri Carlina pun dibuat kagum oleh kerennya infrastruktur di sana. Pengembangan fungsi PLBN Nanga Badau terus digenjot, selain aksesibilitas terbaik melalui Trans Kalimantan.

Menjadi pintu masuk wisman, fasilitas terbaik pun diberikan PLBN Nanga Badau. Berbagi kegembiraan, event Festival Wonderful Indonesia dirilis Sabtu (15/12/2018). Menyajikan genre dangdut dan Fitri Carlina sebagai dutanya, event ini sukses menyedot 1.636 wisatawan Malaysia. Mendukung suksesnya event dan kenyamanan mobilitas wisman, Nanga Badau pun didukung aksesibilitas terbaik.

Pergerakan para wisman akan dimanjakan dengan jalan perbatasan Trans Kalimantan. Fisiknya lebar dan sangat mulus. Jalan Trans Kalimantan ini menghubungkan poros Nanga Badau dengan Putussibau, Kapuas Hulu. Panjangnya poros jalan ini mencapai 170 Kilometer. Memberikan keamanan ekstra, Trans Kalimantan pun dilengkapi rambu lalu lintas dan penunjuk arah yang jelas. “Pembangunan merata di mana-mana. Komitmen yang diberikan pemerintah ini luar biasa. Infrastruktur terbaik dihadirkan diberbagai tempat, seperti di Nanga Badau ini. Dengan fasilitas luar biasa ini, semua akan lancar termasuk mobilitas para wisman. Pokoknya luar biasa,” ungkapnya.

Arus masuk wisman cukup menjanjikan. Masuk melalui PLBN Nanga Badau, wilayah Kapuas Hulu ini sudah dikunjungi 8.190 wisman direntang Januari hingga Septemer 2018. Angka ini pun tumbuh 29,59% dari rentang sama tahun sebelumnya. Pada 2017, area ini hanya dilewati 6.320 wisman. Arus kunjungan ini optimal di Februari hingga Agustus. Pada rentang ini, rata-rata pertumbuhan wisman 32% per bulan.“Semua bisa menikmati fasilitas terbaik ini. Bukan hanya masyarakat lokal, tapi juga para wisman. Dan, kehadiran para wisman ini tentu menjadi berkah ekonomi bagi masyarakat Kapuas Hulu. Jalan terbaik ini juga menjadi aset berharga sehingga fungsi PLBN Nanga Badau semakin optimal,” terang Fitri.

Kolaborasi infrastruktur jalan dan pengembangan fungsi PLBN Nanga Badau memang memberi manfaat ekonomi besar. Selain aktivitas pariwisata, di situ juga terdapat kegiatan ekspor CPO. Pada Maret 2017, aktivitas ekspor CPO melalui PLBN Nanga Badau mencapai 70 ribu metrik ton. Volume ekspor CPO ini pun terus dinaikan menjadi 120 ribu metrik ton. Seiring penyempurnaan fasilitas fisik PLBN. “Pokoknya semua keren dan hebat. Jalanan bagus banget. Infrastruktur lainnya sudah hebat. Aktivitas pariwisata lancar, kegiatan lainnya juga berkembang. Pokoknya crossborder Indonesia di Nanga Badau dan Kapuas Hulu punya profil yang luar biasa. Sebagai warga negara, saya sangat bangga melihatnya,” tegas artis pemilik nama lengkap Fitri Dian Puspita ini.

Postur besar saat ini dimiliki oleh PLBN Nanga Badau. Mendapatkan suntikan dana Rp153,85 Miliar, area seluas 8,8 hektar ini mengalami restorasi fisik hingga fungsinya. Memiliki bangunan utama dengan luas 7.612 meter persegi, zona inti ini pun dilengkapi fasilitas terbaik. Ada klinik, gudang sita, bangunan jembatan timbang, dan X-Ray mobil pengangkut barang.

Fasilitas semakin lengkap dengan bangunan pelayanan terpadu kedatangan mobil kargo, cek poin, dan bangunan ulitilitas. Pejalan kaki juga dimanjakan melalui koridor khusus. “Infrastruktur terbaik secara umum dimiliki PLBN Nanga Badau dan Kapuas Hulu. Hal ini menjadi daya dukung pariwisata terbaik,” kata Kepala Bidang Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono.

Selain zona inti, PLBN Nanga Badau juga mengembangkan buffer zone. Wilayah penyangga ini memiliki luas total 2.493 Meter Persegi. Rinciannya, 1.193 Meter Persegi untuk pengembangan Wisma Indonesia, mess karyawan, dan gedung serbaguna. Lalu, fasilitas pelengkap seperti restoran, pusat ATM, bangunan peribadatan, dan pos keamanan didirikan di area dengan luas 1.300 Meter Persegi.

“PLBN Nanga Badau dan wilayah Kapuas Hulu jadi konsep terbaik untuk mengembangkan pariwisata. Faktor pendukungnya sangat kuat. Semua ini dibangun pemerintah untuk mendukung semua sektor, termasuk pariwisata. Tujuannya jelas, yaitu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” tutur Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sumarni.

Perkembangan infrastruktur di Nanga Badau dan Kapuas Hulu pun mendapatkan apresiasi Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar menjelaskan, pengembangan infrastruktur menjadi komitmen Presiden Joko Widodo hingga menguatkan sektor pariwisata. “Infrastruktur jadi daya dukung terbaik untuk pariwisata. Apa yang ditunjukan Presiden Joko Widodo memang luar biasa. Mengembangkan infrastruktur hingga berpengaruh positif terhadap pariwisata dan lainnya,” tutupnya.