BREAKINGNEWS.CO.ID - Indonesia memiliki satu-satunya petinju Kelas 63,5 kg World Boxing Council (WBC) Asia Pasifik. Dia adalah petinju asal Papua, Geisler Ap. Petinju 35 tahun itu bakal memperebutkan gelar menghadapi petarung asal Thailand Theodsak Sinam pada 30 Maret 2019 di Balai Kartini, Jakarta.

Namun, sejumlah masah menghadang Geisler, salah satunya adalah sponsor alias pendanaan. Gayung bersambut, setelah Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin memberikan dukungan moril maupun materil. Pada Kamis (14/3/2019), Geisler menyambangi Kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora) untuk bersua Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Senyum Geisler merekah saat melakukan sesi jumpa pers. Dia mengaku mendapatkan sokongan dari Kemenpora. "Saya mendapatkan sambutan yang baik sesuai apa yang saya inginkan," kata Geisler kepada wartawan.

Sandi Suwardi Hasan, Asisten Deputi Industri dan Promosi Olahraga Kemenpora, yang diutus Imam Nahrawi untuk menemani Geisler mengungkapkan, pihaknya berjani akan memberikan dukungan terbaik baik dari sisi promosi maupun partisipasi terhadap keberadaan Geisler di pertandingan tersebut.

Rencanya, sebelum pertandingan digelar, Kemenpora bakal berhubungan secara intensif dengan tim manajemen Geisler guna membahas apa yang menjadi kendala dan memastikan supaya Geisler dapat bertandingan secara maksimal. "Kemenpora menyambut hal ini dengan positif dan berharap banyak nanti tumbuh dan berkembang atlet tinju amatir dan profesional yang lahir dari Indonesia bagian timur," kata Sandi menirukan ucapan Imam Nahrawi.

Imam Nahrawi, lanjut Sandi, berpesan kepada Geisler untuk supaya dapat menjaga emosi dalam pertandingan. Menurutnya, banyak petinju yang justru kalah karena gagal melawan emosi dirinya sendiri dan menjadi celah sehingga lawan dapat memaksimalkannya. "Pak Menteri Imam Nahrawi berpesan kepada Geisler untuk berlatih yang baik dan tentunya menjadi juara," ucapnya.

Geisler akan berangkat ke Jakarta pada 20 Maret 2019 dan akan bertanding di Jakarta pada 30 Maret 2019. Geisler merupakan anak asli Papua yang bertahan di kelas 63,5 kg WBC Asia Pasifik. Untuk pertandingan ini Geisler membutuhkan biaya hingga Rp 200 juta. Untuk menghadapi petinju Thailand, Geisler telah mempersiapkan diri sejak 5 Januari untuk tetap fokus latihan.