Kepala Tubuh Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Agus Suradika menyebutkan, perombakan deretan unit kerja piranti daerah (SKPD) Pemprov DKI Jakarta terkait dengan service pada orang-orang.

Sampai waktu kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat selesai pada Oktober 2017, service pada orang-orang mesti dipercepat.

" Itu untuk memantapkan kemampuan semuanya petinggi. Empat bln. kan bukanlah saat yang pendek juga untuk satu service orang-orang, kami butuh lebih percepat, " tutur Agus di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (5/7/2017).

Agus menjelaskan, perombakan juga dikerjakan untuk isi jabatan yang kosong karna ada yang pensiun.

SKPD yang akan ditukar juga yaitu beberapa petinggi yang telah sangat lama tempati jabatan spesifik.

" Umpamanya aspek orang telah sangat lama di satu tempat, ada aspek kejenuhan. Itu kami saksikan agar 4 bln. ini benar-benar efisien untuk menjangkau bebrapa tujuan pembangunan, service, " kata dia.

Agus belum juga menerangkan petinggi dari SKPD mana saja yang akan dirombak. Tetapi, dia meyakinkan jumlahnya tidak hingga beberapa ratus.

" Tidak, tidak nyampe (beberapa ratus), " ucap Agus.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat terlebih dulu menyebutkan gagasan perombakan SKPD akan mengarah petinggi eselon II.

" Semua ada, eselon II, III, IV, termasuk juga isi jabatan-jabatan lowong karna terdapat banyak jabatan yang kosong, termasuk isi jabatan beberapa petinggi yang telah purnatugas, " tutur Djarot.

Tetapi, Pemerintah Propinsi DKI Jakarta mesti bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mewujudkan perombakan itu.

Dia mesti bekerjasama dengan Kemendagri karna waktu jabatannya cuma tinggal sebagian bln. sekali lagi. Oleh karenanya, dia tidak dapat meyakinkan kapan perombakan akan berjalan.