SYDNEY – New South Wales (NSW), negara sisi paling besar di Australia, saat ini tengah bangun satu penjara terpisah untuk terpidana teroris serta ekstremis untuk menangani radikalisasi menyusul lonjakan serangan di negara itu.

NSW, yang ditempati sepertiga dari 24 juta masyarakat Australia, sudah jadi tempat dua serangan teror dalam satu tahun lebih paling akhir, termasuk juga insiden pengepungan kafe pada 2014, tempat dua sandera dibunuh.

" Kami ada di lokasi baru. Insiden kesibukan terorisme yang kami saksikan di Australia serta semua dunia belum pernah berlangsung terlebih dulu di jaman modern, " ungkap petinggi tinggi negara sisi itu, Gladys Berejiklian, sekian kantor berita Perancis, AFP, Senin (12/6/2017)

Pemerintah menyampaikan pihaknya keluarkan dana 47 juta dollar Australia atau sekitaran Rp 471, 5 juta dollar untuk membangun penjara didalam Goulburn Correctional Centre.

Tahanan ekstremis bakal dipisahkan dari tahanan lain manfaat kurangi radikalisasi.

Sarana baru itu, yang pemerintah berharap bakal usai di bangun pada 2018, bisa menyimpan 54 tahanan.

Lebih dari 30 dari 45 terpidana yang sekarang ini ditahan di penjara Goulburn dihukum atas tuduhan berkaitan teror, ungkap Komisaris Service Penjara NSW Peter Severin.

Dia memberikan, dalam lima tahanan sudah diradikalisasi waktu ada di penjara dalam satu tahun lebih paling akhir.

Pengumuman itu di sampaikan cuma sekian hari sesudah beberapa pemimpin negara sisi serta lokasi menyampaikan mereka bakal berupaya membatasi pembebasan bersyarat untuk beberapa penjahat yang mempunyai jalinan dengan terorisme.

Pergantian itu berlangsung sesudah baku tembak fatal di Melbourne minggu lantas oleh seseorang pria dengan latar belakang Somalia dalam satu serangan yang diklaim oleh grup Negara Islam di Irak serta Suriah (ISIS).

Pria berumur 29 th. Yacqub Khayre, berkaitan dengan gagasan teror 2009 yang membidik satu barak tentara Australia, serta barusan dibebaskan dengan pembebasan bersyarat.

Khayre membunuh seseorang resepsionis di satu blok apartemen sebelumnya wafat dalam baku tembak dengan polisi.

Canberra makin cemas dengan ekstremisme, serta petinggi setempat menyampaikan mereka sudah menghindar 11 serangan teror didalam negeri dalam dua th. paling akhir.

Tetapi sebagian peristiwa sudah berlangsung, termasuk juga pembunuhan seseorang pegawai polisi Sydney pada th. 2015 oleh seseorang anak lelaki berumur 15 th., yang lalu terbunuh dalam baku tembak dengan petugas.

ISIS Ajak Simpatisannya Kerjakan Serangan di Australia

emerintah federal juga mengeksplorasi pilihan untuk tingkatkan kriteria untuk pembuat hp serta perusahaan sosial media untuk menolong penyidik mendekripsi komunikasi, kata Jaksa Agung George Brandis.