JAKARTA - Sistem pengawasan publik berbasis teknologi memang terus memunculkan perdebatan. Di satu sisi, pengawasan berpotensi mencegah tindak kriminal atau terorisme. Tapi di sisi lain teknologi ini melanggar privasi, juga bisa berujung pada kasus salah tangkap.

Seperti dilansir dari Engadget, Rabu (6/6/2018), teknologi pengawasan publik terus berkembang, baru-baru ini University of Cambridge mengadakan riset untuk identifikasi tindak kekerasan di tempat umum memanfaatkan drone. Berkat kecerdasan buatan, drone dapat mengenali gerakan berbahaya seperti perkelahian, baku tembak, penggunaan senjata tajam, dan lain-lain.

Teknologi ini masih belum sempurna dan belum siap untuk digunakan di lapangan. Tapi potensi yang dimilikinya cukup besar sebagai salah satu metode penjaga keamanan publik. Kamu dapat melihat demonstrasinya dalam video di atas.