BREAKINGNEWS.CO.ID - Pada survei yang dirilis oleh lembaga Strategic Institute (Instrat), pasangan calon (paslon) nomor urut 4 Pilgub Jabar Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi mengungguli tiga pesaingnya dalam perebutan kursi Jabar 1 yang akan berlangsung pada 27 Juni 2018. Survei yang dilakukan pada 18-21 Juni 2018 tersebut mencatatakan bahwa elektabilitas Deddy-Dedi berada di posisi teratas dengan raihan 38,17% atau hanya terpaut 4,25% dari elektabilitas pasangan RINDU sebesar 33,92%.

Menanggapi hal itu, Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku bersyukur atas hasil survei tersebut. Meskipun demikian, AHY tetap mengingatkan paslon dan para kader partai Demokrat agar tetap bekerja keras sehingga posisi tersebut tetap terjaga hingga akhir pelaksanaan Pilkada Jabar. "Alhamdulillah, saya juga baru mendapatkan informasi dari sejumlah lembaga survei bahwa paslon Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi sudah mengungguli paslon yang lainnya, itu tidak boleh menjadikan kita berdiam diri, tetap bekerja sampai hari terakhir. Kita terus berikhtiar dan berjuang dan berharap angka survei itu yang benar-benar terwujud," jelasnya, Jum'at (22/6/2018).

AHY mengatakan berapapun margin-nya, namun yang diharapkan tentu sebuah kemenangan dalam pilkada Jabar 2018. Menurutnya, hasil survei pun belum bisa menentukan kemenangan 100 persen bagi pasangan tersebut dalam ajang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jabar tersebut. "Kita harapkan adalah kemenangan, jadi lebih baik hampir kalah dari pada hampir menang, dan tentunya kalau ada hasil survei yang baik kita bersyukur tapi kita terus berikhtiar di waktu yang tersisa ini," ungkapnya.

Ia pun mengaku selama ini sudah melakukan berbagai strategi guna meraih kemenangan bagi paslon nomor urut 4 tersebut. Adapun upaya tersebut, katanya dengan memelihata lumbung-lumbung suara di berbagai wilayah di Jawa Barat. "Strateginya sudah kita lakukan, tinggal kita pelihara kantung-kantung suara di berbagai wilayah. Adanya militansi kader-kader dan para simpatisan serta relawan yang bergerak di lapangan saya berharap suara kami aman dan semakin bertambah di hari pencoblosan," jelasnya.

Terkait dengan adanya kampanye hitam yang kerap menghantam pasangan tersebut, terlebih kepada Dedi menjelang pencoblosan, ia pun menegaskan jika sebagai Kogasma Partai Demokrat tentunya berupaya semaksimal mungkin untuk bersama-sama dengan jajaran DPC dan DPD Demokrat juga seluruh kader partai Demokrat yang ada di Jawa Barat. "Kami juga melakukan koordinasi secara intensof dengan partai pengusung (Golkar -red). Harus bisa meyakinkan jangan sampai ada hal-hal yang merugikan paslon kami," katanya lagi.

Di sisi lain, dalam mengantisipasi kecurangan tersebut pada saat pencoblosan, pihaknya akan menurunkan para saksi guna menjaga berbagai pelanggaran dannm kecurangan yang bisa mengurangi raihan suara yang didapat dari paslon Deddy-Dedi. "Kami akan begerak dengan seksama dan meyakinkan bahwa di hari H pencoblosan nanti para saksi juga bergerak dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," tegasnya.