BREAKINGNEWS.CO.ID- DPR RI menggelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2018-2019. Masa Persidangan ini telah berlangsung sejak tanggal 7 Januari 2019 dan akan berakhir  pada hari ini, Rabu (13/2/2019). 
 
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo dalam pidatonya mengatakan bahwa selama Masa Persidangan III, DPR bersama Pemerintah telah menyetujui 3 (tiga) RUU menjadi Undang-undang. 
 
Pertama kata Bambang, RUU tentang Pengesahan Perjanjian mengenai Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana antara Republik Indonesia dan Persatuan Emirat Arab
Perjanjian kerja sama antar-negara ini bertujuan untuk mengantisipasi timbulnya tindak pidana yang tidak lagi mengenal batas yurisdiksi suatu negara,  termasuk tindak pidana di bidang perpajakan dan bea cukai. 
 
"Diharapkan dengan perjanjian ini akan meningkatkan efektivitas kerja sama dalam penanggulangan dan pemberantasan tindak pidana antara kedua negara,"harapnya. 
 
Kedua kata Bambang, RUU tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Belarus tentang Kerja Sama Industri Pertahanan 
Sebagai negara berdaulat. Indonesia perlu terus memperkuat pertahanan negaranya, dengan membangun industri pertahanan yang tangguh, antara lain melalui kerjasama dengan negara lain. Belarus adalah salah satu negara yang mempunyai keunggulan di bidang industri pertahanan. 
 
"Oleh karena itu, pengesahan persetujuan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belarus tentang kerja sama industri pertahanan akan meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara," jelasnya. 
 
Ketiga kata Bambang, RUU tentang Kebidanan. Memperbaiki pelayanan kesehatan bagi masyarakat merupakan tugas penting negara. RUU tentang Kebidanan yang baru disahkan bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan bidan, mutu pelayanan, perlindungan dan kepastian hukum kepada bidan dan klien, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama kesehatan ibu, bayi baru lahir,  balita, dan anak prasekolah. 
 
"RUU ini juga mengatur tentang proteksi bagi bidan Indonesia terhadap kemungkinan masuknya bidan-bidan dari luar negeri. Bagi bidan dari luar negeri yang ingin bekerja di Indonesia harus mendapatkan izin kerja dan izin praktik yang diatur secara ketat," katanya. 
 
Selanjutnya Bambang menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan dan Anggota Komisi I, Komisi III, dan Komisi IX, Pimpinan DPR dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja kerasnya dalam menyelesaikan semua RUU tersebut. 
 
"Kami juga tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan Fraksi, Sekretariat Jenderal, dan Badan Keahlian DPR atas dukungan dan kerja samanya," katanya. 
 
Selanjutnya Pimpinan DPR  kata Bambang mengharapkan kepada seluruh Anggota yang akan melakukan kunjungan kerja pada masa reses untuk menyosialisasikan undang-undang tersebut kepada masyarakat.
 
Selain itu Bambang menuturkan,, meskipun memasuki masa-masa akhir periode keanggotaan 2014-2019, pihaknya tetap optimis untuk dapat menyelesaikan pembahasan RUU tersebut bersama dengan Pemerintah. 
 
"Kita akan terus mengatur manajemen persidangan dengan baik, sehingga tugas-tugas konstitusional Dewan tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya. Dan kita akan sampai pada penghujung masa jabatan ini dengan meninggalkan legacy yang membanggakan bagi bangsa, negara dan rakyat Indonesia," katanya.