BREAKINGNEWS.CO.ID - Kepala Humas dan Keterbukaan Informasi Publik Universitas Indonesia (UI), Rifelly Dewi Astuti, menyatakan tetap netral meski para alumninya mendeklarasikan dukungan untuk calon presiden (capres) petahana Joko Widodo (Jokowi). "UI netral, UI tidak berpolitik praktis, namanya individu-individu ya terserah, itu pilihan masing-masing bukan atas nama UI," kata Rifelly kepada wartawan, Minggu (13/1/2018).

Meski demikian, pada acara deklarasi yang berlangsung Sabtu (12/1) di plaza tenggara Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta itu, Rifelly menegaskan tak ada tanda-tanda pelanggaran terkait UI di acara itu. Dia menyatakan hal-hal yang tak boleh disertakan dalam acara politik praktis adalah jaket kuning almamater UI, logo UI. Sedangkan peserta deklarasi tersebut mengenakan kaos berwarna kuning. "Sejauh ini, kami tidak melihat adanya logo UI sama sekali. Tidak ada jaket kuning berlogo UI," kata Rifelly.

"Intinya, tidak boleh menggunakan logo UI, tidak menggunkan nama institusi dalam artian UI sebagai institusi resmi atau Iluni UI," ujarnya, menambahkan.

Sebelumnya, ribuan Alumni UI mendeklarasikan dukungannya untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi- Ma'ruf Amin. Peserta terdiri dari berbagai alumni perguruan tinggi maupun organisasi masyarakat. Ketua Bidang Milenial Alumni UI, Muhammad Pradana Indraputra, mengatakan, alumni UI memiliki alasan kuat mendukung Jokowi di Pilpres 2019. "Jokowi bukan tipikal orang yang omong doang, rencana doang. Jokowi itu man of action. Jokowi melakukan semuanya untuk semuanya. Sesimpel itu alasan kita," kata Dana.

Dana mengatakan, yang membedakan Jokowi yang lain adalah mantan Gubernur DKI Jakarta itu pemimpin yang paling tegas dan berani. Dia mencontohkan soal Freeport dan MRT. "MRT yang sudah terencana dari tahun 90-an, enggak pernah tereksekusi. Baru tereksekusi sama Jokowi. Freeport sejak dulu katanya divestasi, tapi enggak pernah kejadian. Baru zaman jokowi baru terjadi,"ucapnya.