Jakarta - Panitera pengganti PN Jakut Rohadi kembali diperiksa  KPK untuk kasus gratifikasi serta pencucian uang. Saat ini, Rohadi tengah menjalani hukuman 7 tahun penjara dalam kasus suap perkara Saipul Jamil. Pada wartawan, Rohadi kembali buka-bukaan. Ia menyebutkan ada uang Rp 50 juta dari Saipul Jamil yang diserahkan padanya.

"Bahkan juga ada uang yang Rp 50 juta awal dari Saipul Jamil itu untuk berjalan-jalan hakim serta keluarga besar PN Jakarta Utara ke acara Pak Gun Maryoso, nikahan di Solo itu, " kata Rohadi di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (19/6/2017).

Uang dari Saipul Jamil diterima dalam dua paket. Paket pertama sebesar Rp 50 juta serta paket ke-2 Rp 250 juta. Rohadi lalu bercerita jalur uang Rp 50 juta itu. " Saya serahkan pada ibu Rina Pertiwi, Panitera Sekretaris PN Jakut. Jadi saya tidak satu sen pun menikmati hasil kejahatan itu. Serta saya mesti ikhlas dihukum 7 tahun. Jadi agar terang-benderang masalah Saipul Jamil, agar siapa pun yang menikmati serta ikut serta, mesti merasakan, " tutur Rohadi.

Mengenai uang Rp 250 juta dipakai untuk kepentingan pelantikan ketua majelis Saipul Jamil, Ifa Sudewi menjadi Ketua PN Sidoarjo. Untuk menjernihkan masalah, Rohadi memohon KPK membuka CCTV, dimana ia disuruh Karel Tuppu agar tidak mengatakan beberapa nama hakim dalam perkara itu. Karel adalah hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi (PT) Bandung yang juga suami penyuap Saipul Jamil, Berthanatalia.

"Mesti ada, mesti di buka. Karena saya untuk CCTV itu mulai dari saya ditangkap, Pak Karel Tuppu telah memohon agar saya tidak mengatakan hakim-hakim Ifa Sudewi atau yang lain. Cukup hingga di saya, " tutur Ifa. Ia sedianya memberi kesaksian di Pengadilan Tipikor Jakarta, minggu lalu. Tetapi ia tidak hadir dengan beberapa alasan.