BREAKINGNEWS.CO.ID – Friksi yang diakibatkan oleh Pilpres 2019 sudah berakhir. Kedua kubu yang berseteru, kini sudah berdamai dan makin karib. Kabar terakhir, menyebutkan jika  Ketua Umum Partainya Prabowo Subianto akan hadir dalam sidang tahunan MPR. Dalam sidang tersebut akan diisi pidato kenegaraan dari Presiden Jokowi, pada 16 Agusutus 2019.

Kabar itu muncul dari Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon. "Saya akan cek ya, biasanya Pak Prabowo hadir," ujar Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, (14/8/2019). Fadli yakin Prabowo akan hadir bila tidak ada ada kegiatan di luar negeri. Menurutnya sudah beberapa kali Prabowo hadir dalam sidang tahunan MPR. "Mudah mudahan, saya kira kalau engga ada kegiatan pasti akan hadir. Beberapa kali hadir kok," katanya.

Tahun lalu Prabowo memang tak hadir dalam sidang tahunan MPR. Menurut Fadli kala itu mantan Danjen Kopassus itu tengah berada  di luar negeri. "Kemungkinan (karena) sedang di luar ya," ucap Fadli.

Rencana kehadiran Prabowo ini makin menguatkan sinyal merapatnya Gerindra ke dalam pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Apalagi  Gerindra sudah menjalin komunikasi yang intensif dengan PDIP di bawah Megawati Soekarnoputri.

Hingga kini sudah terhitung, Prabowo bertemu tiga kali dengan kubu lawannya di Pilpres 2019. Selain Prabowo bertemu dengan, Jokowi di Stasiun MRT pada 13 Juli 2019, selanjutnya Prabowo menyambangi kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Teuku Umar pada 24 Juli 2019. Terakhir Prabowo memenuhi undangan Megawati menghadiri Kongres PDIP di Bali pada 8 Agustus 2019.

Jika Prabowo hadir dalam sidang MPR 16 Agustus 2019 nanti, maka akan genap empat kali Ketum Gerindra ini melakukan manuver-manuver yang tak terduga, seperti bertemu dan mesra dengan rival-rivalnya di Pilpres lalu.

Penumpang Gelap Kebakaran Jenggot

Manuver Prabowo membuat rekonsiliasi dengan kubu Jokowi dan PDIP yang selama dianggap lawan memang tak terduga. Manuver itu sudah membuat kebakaran jenggot, kelompok yang selama ini disebut-sebut menjadi  penumpang gelap di kubu Prabowo.

Hanya saja persoalan penumpang gelap di kubu Prabowo ini tak diamini oleh Fadli Zon.  Fadli menilai tidak ada 'penumpang gelap di lingkaran pendukung Prabowo. "Saya sih pendapat saya engga ada soal penumpang gelap ya. Mereka adalah rakyat, para pendukung, umat ya yang memperjuangkan," ujar Fadli

Fadli mengatakan bahwa dalam hal apapun berbedaan pendapat pasti akan selalu ada. Sehingga, mereka yang berbeda pandangan termasuk dengan Prabowo saat Pemilu, tidak lantas disebut 'penumpang gelap '.

"Ya kan bisa saja (berbeda pandangan), kan namanya rakyat kok. Kan kita menggiring tetap damai, konstitusional, tapi kita tetap menghargai semua perjuangan relawan dari semua kelompok, emak emak, kan memperjuangkan pemilu yang jujur dan adil," katanya.

Menurut Fadli para pendukung Prabowo yang ingin memperjuangkan keadilan dalam Pemilu, masih dalam koridor demokrasi. Namun saat Pemilu usai, tensi politik para pendukung mereda. "Akhirnya juga mereka cooling down. Coba itu lihat di Hong Kong sampai  10 minggu. Sampai menduduki fasilitas vital seperti itu. Saya kira masyarakat kita ini lebih baik lah," katanya.

Fadli mengaku tidak tahu mengenai kabar Prabowo memarahi para pendukung yang disebut 'penumpang gelap' tersebut. Setahu Fadli Prabowo sangat menghargai dukungan yang diberikan berbagai elemen masyarakat dalam Pemilu 2019.

"Yang saya tahu pak Prabowo sangat menghargai seluruh pendukung, relawan yang berjuang dengan berbagai cara, apalagi sampai yang betul betul datang dari inisiatif masing, dari luar kota sendiri, saya kira pak Prabowo sangat menghormati dan menghargai itu," ucapnya.