BREAKINGNEWS.CO.ID - Masih ingat dengan Carolina Agistina? Dia mantan personel grup vokal bentukan musisi sekaligus politikus Ahmad Dani, Dewi Dewi. Carolina Agustina, atau yang lebih dikenal Inna Kamarie, kembali mewarnai belantika musik dengan merilis single berjudul 'Cinta Terbaik'.

Wanita berusia 31 ini memulai karier bermusik dari lounge dan cafe di seputaran Jakarta. Suaranya jazzy. Inna Kamarie sempat rekaman dan hasilnya ada di sebuah kompilasi bertajuk Indonesian Jazz Vol. 2 (2006) (featuring Beben Jazz).

Di tahun 2007 bersama Dewi Dewi, Inna Kamarie menelurkan sebuah album bertajuk Recycle +. Album ini meledak berkat dua Iagu hits yaitu 'Dokter Cinta" dan "Begitu Salah Begitu Benar'. Berkat dua album ini, album Dewi Dewi berhasil terjual Iebih dari 150.000 keping pada saat itu dan memperoleh penghargaan platinum. Nama Dewi Dewi pun kian populer dari panggung ke panggung industri musik tanah air pada saat itu.

Sadar jalan hidupnya bukan di Dewi Dewi. Inna Kamarie memutuskan untuk hengkang dari grup yang membesarkan namanya. Inna Kamarie keIuar pada 1 Juni 2008. Inna Kamarie melanjutkan karirnya dengan merilis debut albumnya pada tahun 2010 bertajuk Inna Kamarie. Dan di tahun 2012 dia berkolaborasi dengan Piyu Padi dalam single “Firasatku”.

Selain sebagai penyanyi. Inna Kamarie baru saja menyandang gelar sarjana ilmu komunikasi dari Universitas Dr. Moestopo Beragama dan berhasil mendapatkan predikat cum laude pada pada 3 April 2018.

“Setelah selesai rilis Firasatku, aku kuliah, pas udah selesai kuliah aku ketemu bos, aku kirim dua lagu, awalnya silaturahmi sama Pak Adi, kita partneran sama Think Dimensi Managemen, prosesnya hanya sebulan mebuat lagu,” ujar Inne di Melody Cafe, Kemang, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Hal ini tentu saja membuatnya bangga karena selain kuliah, lebih nyaman sebagai solois. Dengan nuansa jazz yang kental, ia pun comeback lagi di 2018 dengan merilis single ‘Cinta Terbaik". Lagu dengan nuansa akustik ini ditulis dari pengalaman kisah cinta yang ia alami bersama sang suami, Beben Supendi Mulyana.

“Dilagu ini, aku sangat mengagumi suamiku, dan ingin menyampaikan sesuatu, beruntung banget mencintai orang-orang yang aku cintai, suami aku sebenernya guru aku bermusik,” tambah Inna.

Lagu ini menggambarkan bagaimana seseorang sangat mencintai pujaan hatinya dengan setulus hati. Inna Kamarie mempersembahkan Iagu ini khusus untuk suami tercintanya. Kisah nyata yang dia jalani bersama sang suami yang selalu mensupportnya dalam suka dan duka.

Di Iagu ini, Inna Kamarie mencurahkan segala kemampuannya Iebih dari sekadar penyanyi. Ia juga adalah penulis Iagu, music arranger serta produser dari Iagu ini. Meski memang dalam proses penggarapannya, ia dibantu mas Roberto J untuk mengisi pianonya.

Prosesnya sangat unik, awalnya Inna menulis lirik dan melodi lagunya. dari sini kemudian ia membawa ke Roberto J ke studio unluk merekam iringan piano. Diiringi piano dan vokal, Inna pun langsung membayangkan serta menulis aransemennya. Bolak-balik masuk studio. mereka-neka dan menjalin nada dan Iirik, sampai akhirnya Iagu yang indah ini bisa selesai direkam.

Menariknya, dalam proses pembuatan lagu, Inna Kamarie turun langsung membuat lagu ini dengan kemampuan Inna baik sebagai penyanyi. music arranger sekaligus produser.

Butuh waktu yang cukup lama untuk membual Iagu ini menjadi indah dan terdengar sempurna seperti sekarang, waktu beberapa minggu untuk bisa mendapatkan feel yang kuat. Hingga beberapa kali masuk studio, sampai akhirnya Inna Kamarie mengatur waktu khusus minta ditemani suaminya meskipun hanya mendempingi saja. Dan ternyata feel yang didapat sangat Iuar biasa bagi Inna.

Bersama Beben Jazz, suaminya, Inna mendirikan sekolah musik Beben Jazz Music Course sebagai wadah bagi siapa pun yang ingin menyalurkan bakatnya dalam bermusik. Selain itu, ia juga mendukung kegiatan sosial sang suami dalam menjalankan Komunitas Jazz Kemayoran.