BREAKINGNEWS.CO.ID – Peluang tim basket putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)  untuk lolos ke final nasional basket Liga Mahasiswa masih terbuka. Itu diraih setelah tim asal Bandung ini berhasil memetik kemenangan atas STIE Kesatuan Bogor dengan skor 40-31,  dalam lanjutan kompetisi basket LIMA Basketball: Blibli.com West Java Conference (WJC)  di GOR Pajajaran Bandung, Rabu (11/7/2018)

Pada pertandingan kedua mereka ini,  STIE Kesatuan memberi ancaman pada UPI di awal kuarter pertama. Tim asal Bogor tersebut memimpin sementara pada lima menit pertama kuarter kesatu. Namun, UPI berhasil memutar keadaan. Akhirnya, kuarter pertama berakhir untuk keunggulan UPI dengan skor 6-4.

Di kuarter kedua, UPI masih unggul meski tipis. Anak asuh Alen Rismayadi itu berhasil menambah enam poin. UPI memimpin hingga akhir kuarter kedua dengan skor 12-11. Akhirnya, UPI mampu keluar dari tekanan yang dibuat oleh tim berkostum biru tua itu. UPI berhasil meninggalkan STIE Kesatuan  denan selisih 14 poin. Chairunnisa Nur Insani (nomor punggung 3) menjadi pencetak poin terbanyak untuk tim asal kampus Bumi Siliwangi itu. Total sembilan poin disumbangkan Chairunnisa di kuarter ketiga. UPI memimpin dengan skor 28-14.

Dengan selisih sembilan  poin di kuarter terakhir, UPI memantapkan kemenangannya atas STIE Kesatuan. Laga pun berakhir dengan skor 40-31. “Anak-anak bermain kurang bagus. Skornya juga tadi sedikit sekali. Mungkin mental mereka harus dibenahi, karena mereka terlalu menganggap remeh lawannya tadi,” kata Alen.

Ketika ditanyakan tentang peluang, Alen mengatakan bahwa peluang UPI untuk masuk tiga besar sangat terbuka. “Semua tim punya peluang yang sama. Peluang UPI juga masih terbuka,” lanjut Alen.

Unpar Tekuk ITHB

Dari pertandingan lain, Srikandi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) berpeluang merebut satu tiket ke LIMA Basketball Nationals 2018. Hal itu didapat usai menang atas Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB)  dengan 46-43.

ITHB memimpin terlebih dahulu di awal kuarter pertama. Selisih tujuh bola sempat membuat Unpar mengalami kebuntuan. Namun, dalam lima menit menjelang kuarter pertama usai, Unpar memperkecil selisih hanya menjadi satu bola saja. Hingga kuarter pertama berakhir, ITHB masih unggul dengan skor 9-7.

Unpar terus melakukan serangan. Tak sia-sia, anak asuh pelatih Arifin itu akhirnya mampu menyalip keunggulan ITHB. Unpar memimpin dengan skor 15-13 di akhir kuarter kedua.

Memimpin di kuarter kedua, Unpar masih dominan menyerang di kuarter selanjutnya. Tim berkostum biru tua itu langsung menambahkan 25 poin di kuarter ketiga. Koleksi poin Unpar masih belum mampu disaingi lawannya. Alhasil, Unpar masih unggul atas ITHB dengan skor 40-29.

Kuarter keempat berlangsung lebih ketat. ITHB perlahan mengejar perolehan poin Unpar. Alhasil, dalam lima menit pertama di kuarter keempat, tim berkostum putih itu berhasil memperkecil selisih menjadi satu bola, yaitu 39-41. Namun, tak bertahan lama, Unpar kembali melancarkan serangan. Akhirnya, Unpar berhasil keluar dari tekanan ITHB hingga akhir laga dengan skor 46-43.