BREAKINGNEWS.CO.ID - Pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu fokus pemerintah Presiden Joko Widodo. Salah satunya adalah pembangunan jalan tol yang menghubungkan sejumlah daerah di Indonesia. Dalam waktu dekat, rencana akan segera dilelang sjumlah proyek ruas tol yang digagas oleh Jokowi.  

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana melelang tujuh ruas tol pada tahun ini. dengan total kebutuhan investasi Rp 151,13 triliun. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, saat ini yang sedang dalam pelaksanaan tender pertama yaitu Tol Balikpapan-Penajam-Paser Utara sepanjang 7,35 kilometer. 

Kebutuhan investasi untuk membangun ketujuh ruas tersebut mencapai Rp 151,13 triliun. Pemerintah melalui Kementerian PUPR mendorong keterlibatan swasta untuk berperan aktiv dalam menanamkan modal di sektor ini melalui skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Menyikapi lelang itu, terdapat Tiga entitas besar yang menunjukkan minat besar untuk mengikuti lelang tujuh proyek ruas tol yang segera dibuka pemerintah. Dua di antaranya merupakan badan usaha milik negara (BUMN). Sedangkan  satu lainnya adalah raksasa otomotif Nasional.

Namun, saat ini baru Tol Balikpapan-Penajam Passer Utara yang lelangnya telah dilaksanakan. Kali ini lelang dengan metode hak menyamakan penawaran (right to match) kepada PT Tol Teluk Balikpapan. Sedangkan enam lainnya masih dalam tahap finalisasi desain.

Keenam proyek ruas tol itu adalah Tol Semanan–Balaraja (31,9 kileromet), Tol Kamal–Teluknaga–Rajeg (38,6 kilometer), dan Akses Menuju Pelabuhan Patimban (37,7 kilometer). Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (184 kilometer), Yogyakarta–Bawen (77 kilometer), dan Solo–Yogyakarta–New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulon Progo (91,93 kilometer).

"Minat banget," ucap Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani, Rabu (24/7/2019). Hanya saja Desi belum mau menyebut ruas tol mana saja yang menarik minat perusahaannya dan serius untuk dikerjakan.

Hal sama  juga disampaikan CEO Toll Road Business Group Astra Infra Krist Ade Sudiyono.  Namun ia masih meminta waktu untuk mempelajari terlebih dahulu potensi ekonomi dari masing-masing ruas yang ditawarkan untuk digarap. "Saya belum pelajari secara seksama. Tapi kita dukung terus pembangunan infrastruktur di Tanah Air," kata Krist.

 Lain halnya dengan  Corporate Secretary PT Waskita Toll Road Alex Siwu. Alex menyebut  pihaknya tengah mengkaji terlebih dahulu ruas yang dilelang. "Kita belum tahu akan ikut ruas yang mana," ungkap Alex.

Keberatan Sri Sultan

Dari sejumlah proyek ruas jalan tol yang akan dilelang itu diprakarsai perusahaan oleh pelat merah, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, melalui anak usahnya PT Waskita Tol Road (WTR).  Sebagai pemrakarsa, Waskita akan mendapatkan hak penyamaan penawaran atau right to match pada saat tender. 

"Selain itu kita adakan pelelangan tahun ini untuk enam ruas lain yang paling dekat kemungkinan adalah Jalan Tol Solo-Yogyakarta," kata Danang Parikesit. Proyek jalan tol sepanjang 91,93 kilometer tersebut diprakarsai PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang berkongsi dengan Gama Group dan PT Daya Mulia Turangga.

Rencana pembangunan tol ini sempat mendapat penolakan dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. Sri Sultan mengkhawatirkan kehadiran tol akan mematikan perekonomian masyarakat.  Selain itu juga masih terdapat situs purbakal di wilayah tersebut. Belum lagi keharusan masyarakat untuk membayar jalan tol yang dirasa cukup berat.

Danang menyebut  BPJT dan Dirjen Bina Marga telah melakukan pertemuan dengan Sri Sultan. Mereka menyampaikan rencana pelelangan tersebut.  "Harapan kami sebenarnya akhir bulan ini bisa kita mulai proses pelelangannya, sehingga berikutnya disiapkan market sounding dan pengumuman pendaftaran," ucapnya.

Berikutnya adalah ruas Tol Bawen-Yogyakarta sepanjang 77 kilometer. Untuk ruas ini, sebagian trase di wilayah Yogyakarta sudah final. Bahkan, sebut Danang, Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, telah mengeluarkan surat permohonan penetapan lokasi. "Jadi tinggal satu lagi usulan penlok ke DIY dan segera kita tenderkan," ujarnya.

Adapun yang masih menjadi pekerjaan rumah yakni rencana tender Tol Akses Patimban. Hingga kini masih ada dua alternatif trase yang masih dilakukan kajian. Rute pertama menghubungkan kawasan industri ke pelabuhan. Sementara yang kedua yaitu menghubungkan simpang Subang ke Patimban.

"Jadi ada dua pendekatan, satu itu merupakan pengembangan dari jaringan jalan yang ada, yang kedua atau alternatif lainnya adalah menghubungkan kawasan industri baru, Kota Subang, baru industrial area ke Patimban," ungkapnya.

Tiga ruas lainnya yaitu Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas), Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg sepanjang 38,6 kilometer dan Tol Semanan-Balaraja sepanjang 31,9 kilometer.  "Pak Presiden dan Pak Menteri telah berpesan agar jalan tol tersebut harus terkoneksi kawasan industri, kawasan ekonomi khusus dan pariwisata. Hal ini untuk memberikan peluang usaha ke UMKM dan usaha rakyat," pungkas Danang.