BREAKINGNEWS.CO.ID – Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Tigor Shalomboboy, membantah tudingan rekayasa juara pada kompetisi Liga 1 Indonesia 2018 serta menegaskan kalau hasil akhir merupakan bagian dari perjuangan tim dan pemain yang sudah dilakukan selama satu musim.

Tigor enggan menanggapi lebih jauh soal rekayasa sekaligus mempersilakan berbagai pihak yang ingin melapor apabila mengetahui adanya pengaturan skor yang terjadi dalam Liga 1 2018. Tigor justru meminta kepada seluruh pihak, termasuk suporter, untuk menghargai perjuangan yang sudah dilakukan klub. "Dari kami, jangan menyakiti perjuangan yang dilakukan klub dan pemain, kalaupun benar kan tidak semua pemain dan tidak semua klub melakukan itu [pengaturan skor]. Kalau terjadi, silakan proses. Kalau tidak puas, dan punya bukti silakan sampaikan," katanya, Kamis (6/12/2018).

"Tetapi kita hargailah klub dan pemain yang berjuang satu musim dengan segala macam dramanya, tolong dihormati. Siapapun yang jadi juara, ini hasilnya," ujar Tigor. Dugaan pengaturan skor di Liga 1 dan Liga 2 kembali merebak dalam beberapa pekan terakhir dikarenakan rekaman pertandingan yang menampilkan kejanggalan serta sebuah program gelar wicara di televisi yang mengungkap beberapa nama di balik isu manipulasi pertandingan. Hal tersebut membuat suporter menaruh rasa curiga yang begitu besar terhadap hampir semua pertandingan yang digelar yang membuat situasi menjadi tidak sehat.

"Tensi panas suporter di setiap pertandingan ini karena curiga ada match fixing, jadi karena faktor non-teknis dan memang tidak sehat. Cek lima sampai sepuluh tahun terakhir, [musim] ini kompetisi yang paling kompetitif, jarak dari atas ke bawah tidak ada yang sampai lebih dari 30 poin, itu kan hasil perjuangan." "Tapi kan tidak mungkin semua secara menyeluruh melakukan pengaturan skor. Sepintar-pintarnya sistem, dengan hasil yang ada saat ini, mungkin enggak sih [ada pengaturan skor]? Lihat di papan bawah, dengan hasil yang sekarang beberapa [klub] masih terancam [degradasi], tidak ada yang bisa menjual pertandingan," ungkap Tigor. Di papan atas klasemen, Persija dan PSM masih berebut poin pada pekan terakhir untuk meraih gelar juara. Sedangkan di papan bawah, ada lima tim yang masih berjuang untuk menghindari zona degradasi yaitu PSMS Medan, PS Tira, Perseru Serui, Mitra Kukar dan Sriwijaya FC.