Da Nang--Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS tidak akan lagi mentolerir "pelanggaran perdagangan kronis". Ia mengatakan hal itu dalam sebuah pidato di KTT Kerja sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Vietnam, Jumat (10/11/2017).

Dia mengatakan AS siap untuk bekerja dengan negara-negara Apec selama mereka "mematuhi perdagangan timbal balik yang adil". “Amerika tidak akan lagi "dimanfaatkan" dalam perdagangan,” kata Trump.

Sebagai bagian dari perjalanannya ke wilayah Asia, dia telah berjanji untuk memperbaiki ketidakseimbangan perdagangan yang besar dengan Cina dan Jepang. Apec sendiri menyatukan 21 negara dari kawasan Pasifik - setara dengan sekitar 60% dari PDB dunia.

Sejak menjabat, Presiden Trump telah menarik AS keluar dari Kemitraan Trans-Pasifik, sebuah kesepakatan perdagangan besar dengan 12 negara anggota Apec, dengan alasan hal itu akan merugikan kepentingan ekonomi AS.

Presiden Cina Xi Jinping juga diperkirakan akan menghadiri pertemuan puncak di kota pelabuhan Vietnam, Da Nang.  Total hubungan perdagangan antara AS dan Cina bernilai 648 miliar dolar AS ( sekitar 8,628 triliun rupiah) tahun lalu, namun perdagangan sangat condong menguntungkan Cina sementara AS mengalami defisit hampir 310 miliar dolar AS (4.127 triliun rupiah)

Trump sebelumnya telah menuduh Cina “mencuri pekerjaan” di Amerika Serikat dan mengancam untuk melabelinya sebagai manipulator mata uang, meskipun sejak saat itu ia telah menarik kembali pada retorika tersebut.

Selama kunjungan kenegaraannya ke Beijing pada hari Kamis dia mengatakan: Pertama bahwa dia "tidak menyalahkan Cina" karena "mengambil keuntungan". Kedua bahwa pemerintah AS sebelumnya bertanggung jawab atas hubungan perdagangan yang "sangat tidak adil dan sepihak" dengan Cina.

Sebagai tanggapan, Cina mengatakan akan mengurangi hambatan masuk di sektor perbankan, asuransi, dan keuangan, dan secara bertahap mengurangi tarif kendaraan. Xi pada Kamis (9/11/2017) menjanjikan hubungan ekonomi dan perdagangan "sehat" dan "seimbang".

 

Tawaran seharga 250 miliar dolar AS (3328 triliun rupiah) juga diumumkan, meskipun tidak jelas berapa banyak dari jumlah itu termasuk kesepakatan masa lalu atau kesepakatan potensial di masa depan. Pada saat yang sama, Menlu AS Rex Tillerson mengatakan kepada wartawan bahwa kesepakatan tersebut "cukup kecil" dalam hal mengatasi ketidakseimbangan perdagangan.

Sebelum perundingan Beijing, Trump di Tokyo juga mengecam Jepang, dengan mengatakan bahwa pihaknya "telah menang" dalam perdagangan dalam beberapa dekade terakhir.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe juga akan membuat pidato di puncak Apec. Menurut departemen keuangan AS,   Jepang dikabarkan  memiliki surplus perdagangan sebesar 69 miliar  dolar AS (sekitar 918 triliun rupiah) dengan AS pada 2016.,

Sebagai salah satu pemimpin pertama yang berpidato pada hari Jumat, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan bahwa perubahan iklim adalah "tantangan terbesar bagi generasi kita". "Ini juga merupakan tantangan terbesar yang dihadapi kawasan Asia Pasifik," katanya, dua minggu setelah menjabat.

"Kami memiliki jumlah penduduk yang rentan pada perubahan iklim terbesar di dunia. Kami sudah melihat dampak mengerikan dari perubahan iklim di wilayah kami, ini benar-benar memukul-mukul kaki kami," ujarnya.

Setelah menghadiri KTT Apec, Trump akan melakukan kunjungan kenegaraan ke ibukota Vietnam, Hanoi. Trump akan mengakhiri tur Asian 12 hari di Filipina pada tanggal 13 November.

BREAKINGNEWS.CO.ID