BREAKINGNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kalau dirinya sudah membatalkan rencana kunjungannya ke Davos, Swiss, untuk menghadiri pertemuan World Economic Forum. Keputusan ini dibuatnya pada Kamis (10/1/2019) waktu setempat, sehubungan dengan masih ditutupnya atau shutdown sebagian pemerintah federal atas pendanaan tembok perbatasan Meksiko-AS.

Trump, yang menyampaikan kabar tersebut sebelum mendarat di McAllen, Texas (dalam lawatannya ke perbatasan di bagian selatan), mengatakan bahwa ia tidak akan menghadiri forum tersebut jika pemerintah masih ditutup. "Karena ketidakpedulian Demokrat untuk mengatasi persoalan Keamanan Perbatasan dan pentingnya Keselamatan bagi Bangsa kita, maka dengan hormat, saya membatalkan perjalanan kenegaraan saya yang sangat penting ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum. Salam hangat dan permintaan maaf, saya tujukan kepada @WEF!" kata Donald Trumpmelalui akun Twitter-nya, yang dikutip dari CBS News, Sabtu (11/1/2019).

Trump, yang menghadiri World Economic Forum pada tahun 2018 lalu, dijadwalkan untuk menghadiri kembali acara tersebut pada tahun 2019 ini, bersama dengan pejabat administrasi lainnya, termasuk Menteri Keuangan, Steven Mnuchin dan Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo. Kebuntuan terkait shutdown tampaknya tidak akan ada habisnya. Trump menuntut anggaran negara sebesar 5,7 miliar dolar AS atau sekitar 80,4 triliun rupiah untuk membangun tembok perbatasan Meksiko-AS, bersama dengan miliaran dana lainnya untuk langkah-langkah keamanan perbatasan.

Di satu sisi, Demokrat terus bersikeras pada pendiriannya. Mereka enggan mendanai dinding raksasa itu. Presiden ke-45 AS tersebut lantas menyalahkan para pemimpin Demokrat, meskipun dia mengatakan, dalam pertemuan dengan Pelosi dan Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer pada bulan lalu bahwa ia dengan senang hati akan menutup pemerintah dan tidak akan menyalahkan keduanya. Selain itu, Donald Trump juga mengancam akan mengumumkan status darurat nasional, apabila dirinya tidak dapat mencapai kesepakatan terkait dengan Kongres.

Kembali Ancam Kongres

Donald Trump kembali mengancam untuk mengumumkan kondisi darurat nasional, menyusul tidak disetujuinya rencana anggaran perluasan tembok pembatas di selatan. "Saya memiliki hak mutlak untuk mengumumkan kondisi darurat nasional," kata Trump kepada wartawan ketika ia bertolak menuju sebuah acara di dekat tembok perbatasan.

Dia juga mengatakan Meksiko akan "secara tidak langsung" membayar pembangunan tembok perbatasan, di mana hal itu bertentangan dengan memo kampanye sebelumnya, demikian sebagaimana dikutip dari BBC pada Jumat (11/1/2019). Sebagaimana diketahui, dalam memo kampanye yang dibuatnya pada 2016 lalu, Trump menguraikan bagaimana ia berencana untuk "memaksa Meksiko melakukan pembayaran satu kali" sebesar 5-10 miliar dolar AS atau sekitar 70,3 miliar hingga 140 miliar rupiah untuk tembok perbatasan.

Sementara itu, pemerintahan AS telah ditutup sebagian selama 20 hari, pembayaran kepada sekitar 800.000 pegawai federal terhambat. Donald Trump disebut enggan beri tanda tangan pada kesepakatan mendanai dan membuka kembali pemerintahan, jika Kongres tidak memasukkan dana 5,7 miliar dolar AS atau sekitar 80,4 triliun rupiah untuk perluas pagar tembok di perbatasan AS-Meksiko.

Meski begitu, perundingan tentang isu tersebut tetap menemui jalan buntu karena kubu Demokrat, yang menguasai sebagian besar kursi DPR AS menolak memberi Trump uang. Di lain pihak, para pemimpin kubu Republik bersikeras mendukung Donald Trump, meski sebagian anggotanya di parlemen.