BREAKINGNEWS.CO.ID -  Pengamat dan analis memperkirakan  tren positif  kenaikan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada Juli 2018, diperkirakan akan terus berlanjut di masa depan.   Kondisi itu terjadi karena kondisi pasar CPO global diperkirakan terus membaik, meski peningkatan volume ekspor tersebut belum akan mampu mengurangi stok dalam negeri secara signifikan.

“Masih akan terus tumbuh ekspornya. Namun, untuk menyedot stok dalam negeri diperkirakan belum akan terlalu signifikan, sebab produksi domestik masih tetap tinggi setidaknya hingga Oktober,” ujar  analis Produksi Kelapa Sawit Cofco International Roby Fauzan  di Jakarta, Rabu (29/8/2018)
 
Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki), produksi kelapa sawit pada Juli 2018 mencapai level tertingginya sejak 2015 dengan mencapai 4,28 juta ton.

Kelebihan stok dalam negeri, lanjutnya, juga masih akan terjadi kendati pemerintah memperluas mandatori penggunaan biodiesel (B20) kepada sektor non-public service obligation (PSO).

Lebih lanjut, Roby memperkirakan tren harga CPO global masih belum akan mengalami kenaikan signifikan, kecuali permintaan minyak kelapa sawit di dunia melonjak sehingga mampu mengurangi kelebihan stok di Indonesia dan Malaysia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono menyebutkan, volume ekspor minyak sawit Indonesia (CPO, PKO dan turunannya), oleochemical dan biodiesel membukukan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus 3,22 juta ton. Capaian itu naik 27% dibandingkan dengan ekspor Juli 2017 yang mencapai 2,54 juta ton. Menurutnya, salah satu  faktor pendorong utama menggeliatnya pasar minyak sawit Indonesia adalah harga minyak sawit yang sedang murah.

Selain itu kebijakan India yang kembali membeli minyak sawit sebagai akibat dari regulasi baru yang menaikkan bea masuk untuk impor minyak nabati lainnya termasuk kedelai, bunga matahari dan rapeseed turut mendongkrak permintaan CPO Indonesia. “Sentimen lain juga muncul dari Cina yang mulai tertarik dengan biodiesel Indonesia,” kata Mukti, seperti dikutip dalam keterangan resminya.

Sepanjang Juli ekspor minyak sawit Indonesia ke China naik sebesar 6%, atau sejumlah 350.120 ton dari Juni yang mencapai 330.430. Hal itu salah satunya terjadi lantaran Beijing mulai mempromosikan penggunaan biofuel dalam rangka mengurangi emisi.