JAKARTA - Ajang balap sepeda bergengsi Tour de Timor 2017 akan digelar selama tiga hari di Kota Dili, Timor Leste pada tanggal 9-12 Desember 2017. Hal ini disampaikan oleh sekretaris dinas pariwisata dan ekonomi kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur Welly Rame Rohimone.

Tour de Timor sebelumnya sudah beberapa kali digelar oleh pemerintah Timor Leste sejak 2009. Balapan sepeda ini merupakan kerja sama antara Indonesia dan Timor Leste. Bahkan tahun 2016 silam, Tour de Timor (TdT) Indonesia 2016 berhasil menempuh jarak 521 kilometer dan terbagi menjadi lima etape.

“Jadwal pelaksanaannya sudah ditetapkan pada 9-12 Desember 2017. Rutenya hanya untuk Pulau Timor,” kata Wely Rohimone di Kupang, Kamis (16/11) lalu.

Dia mengatakan, sedang memantapkan penyelenggara kegiatan tahunan itu dengan pemerintah kabupaten, agar proses persiapan bisa dilakukan mulai November ini.

Wely menambahkan, segera membahas pembangian tugas, baik yang harus dilaksanakan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten di daratan Pulau Timor.

“Semua pihak yang terkait, sudah memiliki komitmen untuk mengambil peran masing-masing, dalam setiap kegiatan Tour de Timor. Tinggal dilakukan koordinasi dan pemantapan di lapangan,” katanya.

Pemerintah kabupaten misalnya, akan menyiapkan hiburan dan makan minum bagi peserta tour, sekaligus menyiapkan acara penjemputan peserta saat memasuki tiap etape.

Sementara pemerintah provinsi akan menangani hal-hal teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan di lapangan, kata Wely Mone.

Tour de Timor tahun 2017 ini akan dimulai dari Betun, Kabupaten Malaka dan berakhir di Kota Kupang, ibukota Provinsi NTT. 

“Jadi titik starnya di Betun, Malaka pada 9 Desember. Peserta menuju Atambua-Timor Tengah Utara (TTU)-Timor Tengah Selatan (TTS)-Kabupaten Kupang dan berakhir di Kota Kupang pada 12 Desember,” katanya.

Dia menambahkan, baik “Tour de Timor” dan “Tour de Flores” konsepnya akan dibuat menyerupai “Tour de Singkarak”.

“Tentunya kita akan mengundang atlet-atlet sepeda dari 30 negara di dunia, termasuk atlet sepeda nasional,” ujarnya.

Wely berharap, dengan adanya kegiatan Tour de Timor maupun Tour de Flores, akan mendorong lebih banyak wisatawan berkunjung ke provinsi berbasis kepulauan itu.

Untuk menyambut ajang balap sepeda tahun depan yang akan digelar 4 sampai 8 September 2018, Tour de Timor diharap dapat  memberikan dampak positif kepada masyarakat sedaratan Timor antara lain, terpromosinya potensi wisata alam dan budaya daratan Timor menjadi lebih tergarap, meningkatnya jumlah wisatawan nusantara dan mancanegara ke wilayah Nusa Tenggara Timur, mendorong pembangunan infrastruktur, dan aksesibilitas di wilayah destinasi parwisata sedaratan Timor.