Jakarta - Kementerian Komunikasi serta Informatika (Kemkominfo) barusan meluncurkan website untuk kurangi masalah penipuan yang melibatkan transaksi lewat pengiriman uang lewat rekening bank.

Lewat website bernama CekRekening. id, Kemkominfo menyatukan database rekening dari bank yang disangka terindikasi tindak pidana. Sumber pengumpulan data rekening itu datang dari aduan orang-orang, aparat penegak hukum, bank, termasuk juga aktor e-Commerce.

Diambil dari website resminya, Rabu (5/7/2017), rekening yang dilaporkan yaitu rekening yang berkaitan tindak pidana, seperti penipuan, investasi palsu, narkotika serta obat terlarang, terorisme, serta kejahatan yang lain.

Hadirnya website ini begitu menolong konsumen yang tengah lakukan transaksi on-line serta pilih transfer uang jadi cara pembayaran. Jadi, konsumen bisa mengecek lebih dahulu apakah rekening itu punya masalah atau tidak.

Diluar itu, penipuan lewat SMS yang semakin ramai dengan memakai cara transfer uang dapat juga dijauhi. Sebelumnya kirim uang, kamu bisa mengecek kepastian tentang rekening itu.

Karna website ini berbentuk terbuka, orang-orang yang sempat alami penipuan atau masalah sama bisa memberikan laporan rekening punya masalah disini. Dengan hal tersebut, data rekening yang punya masalah bisa dibuka oleh semakin banyak orang.

Mengenai cara pelaporan bisa dikerjakan dengan on-line serta off line. Untuk pelaporan on-line dikerjakan lewat aplikasi atau website resmi, sedang pelaporan off line dikerjakan dengan datang segera ke call center serta membawa salinan bukti sangkaan tindak pidana.

Tidak cuma itu, yang memiliki rekening dapat juga memajukan normalisasi supaya rekeningnya tidak termasuk juga dalam database rekening bank punya masalah. Untuk lakukan hal itu, yang memiliki rekening butuh mempersiapkan beberapa prasyarat mengajukan normalisasi.

Website ini sendiri telah bisa dipakai mulai sejak Mei 2017. Dalam pengembangan website ini, Kemkominfo bekerja sama juga dengan Indonesian E-Commerce Association (idEA) serta beberapa bank di Indonesia.