BREAKINGNEWS.CO.ID- Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus mendesak Kepolisian Sektor (Polsek) Lamba Leda segera menangkap para pelaku pengerusakan jalan penghubung Kampung Wae Paci menuju Kampung Wae Lawas Desa Golo Mangung, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur. Kerusakan tersebut persisnya di jalan menurun menuju kali Wae Mas.
 
"Kami desak Polisi segera tangkap dan tahan para pelakunya karena ini sangat mengganggu ketertiban umum," ujar Petrus kepada wartawan, Sabtu (2/11/2019). 
 
Berdasarkan informasi masyarakat kata Petrus, pihaknya telah mengantongi sejumlah nama pelaku perusakan jalan tersebut. Nama-nama tersebut antara lain diduga Vinsen Dodo, Pius Papu, Arnol Salam, Kasmir Hamir dan Leonardus Tabi. Semuanya berasal dari Kampung Wae Paci. 
 
"Polisi harus meminta klarifikasi, apa motif mereka melakukan tindakan yang merugikan masyarakat tersebut. Jalan raya dibuat untuk membuka keterisolasian. Tapi mengapa mereka malah melakukan hal yang merugikan masyarakat umum itu?" tegasnya. 
 
Akibat perbuatan mereka kata Petrus, lalu lintas baik kendaraan roda dua maupun roda empat di jalan penghubung itu tidak bisa mengakses jalan tersebut. Tindakan tersebut kata Petrus, bagian dari barbarisme dan vandalisme. 
 
Dikatakan Petrus, aturan mengenai jalan raya berikut sanksi pidana bagi pihak yang melakukan perusakan termaktub secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan. "Ancaman kurungan penjaranya hingga 15 tahun dan atau denda hingga miliaran rupiah," katanya. 
 
Sebut saja kata Petrus, dalam Bab VIII Pasal 63 dan 64 UU No 38 tahun 2004. Dalam pasal 63 poin 1 dijelaskan bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan, dipidana dengan penjara paling lama 18 bulan atau denda paling banyak Rp 1,5 miliar.