BREAKINGNEWS.CO.ID – Topan Trami terus menerjang pulau-pulau Jepang bagian selatan hingga Minggu (30/9/2018), akibatnya sebanyak 50 orang di pulau-pulau Jepang selatan mengalami luka-luka. Sebelumnya, 40 orang terluka ketika topan menerjang wilayah Okinawa, akan tetapi pada Minggu (30/9) pagi kembali dilaporkan korban luka bertambah 10 orang ketika topan tersebut menghantam Kagoshima di ujung barat Jepang.

Kebanyakan mereka luka ringan akibat dari jendela yang pecah serta orang-orang yang terlempar oleh hembusan angin. Pejabat setempat juga memperingatkan kalau angin kencang serta hujan deras akibat topan ini bisa memicu tanah longsor dan banjir. Akibat terjangan Topan Trami ini, berbagai layanan transportasi di Jepang terganggu perjalanannya. Negara ekonomi terbesar ketiga di dunia ini menangguhkan layanan kereta peluru Shinkasen di bagian barat Jepang.

Layanan kereta setelah jam delapan malam waktu setempat pun dibatalkan sebagai antisipasi topan yang bergerak mendekat di sekitar Tokyo. Tidak hanya itu, lebih dari 1.000 penerbangan dibatalkan akibat ditutupnya bandara utama Jepang. Topan diprediksikan akan terus bergerak ke arah utara serta akan menerjang daratan dekat Osaka sekitar pukul enam sore waktu setempat. Setelah itu, topan ini akan bergejolak di seluruh kepulauan utama Jepang. Kemungkinan badai ini juga kembali menghantam daerah-daerah yang masih memulihkan diri dari serangkaian bencana peristiwa cuaca ekstrem yang terjadi beberapa bulan terakhir.

Trami sudah mulai mengamuk di prefektur Okinawa (kepulauan kecil di selatan Jepang) mulai sejak Sabtu (29/9). Topan ini menghembuskan angin yang cukup kuat untuk membalikkan mobil. Beberapa rumah terendam banjir dan rusak. Sebanyak 40 orang di pulau itu mengalami luka ringan akan tetapi diprediksikan tidak ada korban meninggal dunia, kata pejabat setempat. Di tingkat nasional, pihak berwenang mengeluarkan saran evakuasi non-wajib untuk sekitar 349.000 penduduk, sementara 300.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik, menurut siaran umum NHK.

Ketika angin mulai bergerak cepat ke timur laut, otoritas kereta api Jepang tiba-tiba mengambil langkah yang tidak biasa dengan membatalkan layanan kereta malam di Tokyo dan mendesak penumpang untuk berlindung di dalam rumah ketika badai menerjang. Padahal ini salah satu jaringan kereta tersibuk di dunia. Angin topan ini diprediksikan tidak akan menghantam Tokyo, tetapi diperkirakan ibukota itu akan terkena imbas berupa angin kencang dan hujan deras Minggu (30/9). Mereka pun sudah memasang penutup jendela dan bersiaga pada kemungkinan terburuk.

Topan Trami merupakan bencana lainnya dari serangkaian peristiwa alam ekstrim yang terjadi di Jepang. Sebelumnya, topan, banjir, gempa bumi dan gelombang panas terus menerjang Jepang dalam beberapa bulan terakhir dan sudah menghilangkan banyak nyawa dan kerusakan yang luas. Trami masih digolongkan sebagai topan "sangat kuat". Kecepatan topan Trami bisa mencapai hingga 216 kilometer per jam. Trami diprediksikan akan menyapu sebagian besar kepulauan Jepang dan melemah setelahnya. Laporan ramalan cuaca, Tetapi kehadiran topan ini akan menyebabkan cuaca ekstrim pada Senin (1/10).

"Kami sangat mendesak warga kami untuk tinggal di dalam rumah karena sangat berbahaya berada di luar sekarang," kata Masaaki Tamaki, seorang pejabat bagian manajemen bencana Kagoshima, kepada AFP. Badan meteorologi Jepang memperingatkan topan akan membawa angin kencang dan hujan deras, yang dapat memicu tanah longsor dan banjir serta sambaran petir dan tornado di seluruh negara. Embusan keras telah menyapu genteng di beberapa rumah di kota Kochi di Jepang barat.

Kota-kota yang berada di sekitar jalur topan sudah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi bahaya yang mungkin terjadi. East Japan Railway mengumumkan bahwa secara bertahap akan menangguhkan layanan kereta di dan sekitar Tokyo dan mengakhiri semua kereta sekitar pukul 8 malam (1100 GMT), sesaat sebelum topan itu mendekat ke ibukota Jepang.

Layanan kereta peluru "Shinkansen", khususnya di wilayah barat, juga mengurangi atau membatalkan layanan mereka. Bandara Kansai di Osaka, yang terletak di tanah reklamasi di lepas pantai dan mengalami kerusakan besar dalam badai sebelumnya pada bulan September, menutup dua landasan pacu dan pejabat menumpuk karung pasir untuk menghindari terulangnya banjir yang terlihat selama badai sebelumnya.

Beberapa wilayah barat masih belum pulih dari topan paling kuat untuk menyerang negara itu dalam seperempat abad pada awal September. Topan Jebi mengklaim 11 jiwa dan menutup Bandara Kansai, bandara regional utama. Rekaman mematikan hujan juga menghantam Jepang bagian barat awal tahun ini dan negara itu tersengat melalui salah satu musim panas terpanas yang tercatat. Juga pada bulan September, gempa berkekuatan 6,6 mengguncang pulau Hokkaido utara, memicu tanah longsor dan menyebabkan lebih dari 40 orang tewas.