BREAKINGNEWS.CO.ID – Wilayah Filipina utara diterjang topan raksasa Mangkhut dengan angin kencang serta hujan deras, sementara pihak berwenang memberikan peringatan kepada jutaan warga akan terkena dampaknya sehingga mereka harus mengungsi.

Topan raksasa yang menurut para pakar cuaca merupakan badai paling besar tahun 2018 ini, merobohkan pohon-pohon, menghancurkan atap rumah serta mematikan aliran listrik di pulau Luzon pada Sabtu (15/9/2018) dini hari waktu setempat. Topan Mangkhut yang bergerak ke arah Cina ini memiliki hentakan angin yang menguat hingga 330 kilometer per jam, akan tetapi angin tetapnya melemah menjadi 185 kilometer per jam.

"Tinggal di dalam rumah hingga tidak memungkinkan lagi," kata Chris Perez, pakar cuaca dari badan cuaca pemerintah Filipina. Dia menuturkan sekitar empat juga orang tinggal di jalur gerak topan ini. Setiap tahun Filipina dilanda rata-rata 20 topan dan badai yang menewaskan ratusan orang serta menyebabkan jutaan lainnya terus-menerus miskin.

Ribuan orang telah meninggalkan rumah mereka yang berlokasi di wilayah yang berisiko dilanda banjir dan tanah longsor akibat badai ini. Pemerintah Filipina menaikkan peringatan badai ke level dua di pronvsi Luzon dan mengerahkan tim bantuan pada Jumat (14/9).

Peningkatan tingkat peringatan badai ini dilakukan apabila fenomena alam tersebut berisiko menyebabkan kerusakan "sangat besar" bagi masyarakat yang tinggal di wilayah cakupan topan. Warga pun telah menurunkan atap serta mengumpulkan pasokan makanan beberapa hari sebelum badai Mangkhut ini tiba.

"Di antara topan yang ada tahun ini, Mangkhut merupakan yang paling besar," ujar pakar cuaca Badan Meteorologi Jepang, Hiroshi Ishihara. "Ini merupakan topai yang yang sangat kuat. Topan ini memiliki hembusan angin tetap terkuat (di antara badai-badai lain tahun 2018 ini)."

Setelah menyerang Filpina, topan Mangkhut diperkirakan bergerak menuju wilayah pantai selatan Cina yang padat penduduk pada akhir minggu ini. "Mereka (pihak berwenang) menuturkan badai ini dua kali lebih besar dari badai sebelumnya, itu sebabnya kami takut," kata Myrna Parallag yang mengungsi dari rumahnya di Filipina utara.

"Kami sudah belajar dari pengalaman sebelumnya. Banjir bisa mencapai atap rumah kami," ujarnya merujuk pada pengalaman ketika keluarganya menolak meninggalkan rumah saat terjadi badai pada 2016. Topan terburuk yang pernah melanda Filipina adalah Super Topan Haiyan, yang menyebabkan 7.350 orang tewas atau hilang di wilayah tengah negara itu pada November 2013.

Masyarakat miskin yang menggantungkan hidup pada kegiatan mencari ikan sangat rentan akan angin kuat akibat topan dan juga badai yang melanda daerah pesisir. "Hujan akan deras dan anginnya tidak main-main...Kita akan dilanda gelombang tinggi setinggi gedung empat lantai," kata Michael Conag, juru bicara pihak pertahanan sipil Filipina.

Topan Mangkhut tidak diramal akan menerjang Hong Kong, tetapi pakar cuaca mengatakan kota itu akan dilanda oleh angin dan hujan badai ini. Kantor Pengamat Hong Kong memperingatkan topan raksasa mengancam wilayah pesisir Cina selatan sebelum bergerak ke Vietnam.