BREAKINGNEWS.CO.ID –Timnas Inggris gagal merengkuh gelar juara Piala Dunia 2018 Rusia. Namun penyerang andalan The Tree Lions, Harry Kane mampu berbicara banyak di ajang sepak bola terakbar di dunia itu.. Ia meraih sepatu emas (Golden Boot) sebagai pencetak gol terbanyak (top scorer) di Rusia. Mananggapi pencapaiannya itu, penyerang Tottenham Hostpsur tersebut menyebutkan jika ini merupakaan pencapaian fantastis selama berkarier di pentas dunia.

Timnas Inggris hanya mampu menjadi peringkat keempat di Rusia usai dikalahkan Timnas Belgia dengan skor 0-2, di babak perebutan peringkat ketiga yang berlangsung di Stadion Saint Peterburgs, Sabtu (14/7/2018). Meski demikian Kane mampu mendulang enam gol dalam tujuh laga yang dimainkannya sepanjang sebulan penuh di Rusia. Berkat gol tersebut, ia dinobatkan sebagai Top Scorer Piala Dunia 2018, yang dimana gelar yang tak semua pemaian bintang di dunia pernah memilikinya.

“Saya yakin mereka akan mengirimkannya (trofi Sepatu Emas) kepada saya dalam paket yang bagus dan aman,” katanya. “Ini adalah prestasi besar. Tidak banyak orang yang mengatakan bahwa mereka telah memenangkan Golden Boot di Piala Dunia,” ia melanjutkan.

Kane adalah orang Inggris pertama sejak Gary Lineker pada tahun 1986 yang menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia. Meskipun tampil buruk di babak sistem gugur, Kane yakin catatannya menegaskan bahwa ia telah membuktikan dirinya sebagai pemain kelas dunia yang sesungguhnya. “Ini merupakan perjalanan yang fantastis bagi saya secara pribadi dan tim juga,” kata Kane. “Ini adalah sesuatu yang sangat saya banggakan. Saya katakan sebelum datang ke Piala Dunia ini bahwa saya ingin buktikan saya bisa melakukannya di tahap ini,” ungkapnya.

“Euro (2016) sangat mengecewakan. Jika ada yang ingin saya buktikan pada diri saya sendiri, saya bisa mencetak skor pada level ini. Saya telah mencetak gol di setiap level lainnya dan itu penting saya melakukan itu. Saya yakin saya akan melihat kembali dalam beberapa minggu dan mengambil semua pengalaman ini. Tapi sulit untuk melakukannya sekarang karena kami masih kecewa atas kekalahan Kamis lalu (semifinal lawan Kroasia) dan pertandingan lawan Belgia (perebutan tempat ketiga),” tandasnya.

“Masih ada banyak hal yang dapat saya tingkatkan. Ada banyak pertandingan di turnamen ini ketika saya bisa melakukannya dengan lebih baik, tetapi itu semua bagian dari pembelajaran. Sebagai tim, ada ruang untuk perbaikan dan itu hal yang menarik karena kami akan belajar banyak sekali dari pengalaman ini dan kami ingin membawanya ke pertandingan berikutnya,” pungkasnya.