BREAKINGNEWS.CO.ID -Pebulutangkis tunggal putra tanah air  Tommy Sugiarto kembali  dipaksa takluk melawan  tembok pertahanan pemain terbaik Malaysia Lee Chong Wei. yang menang dengan skor   18-21, 15-21 pada semifinal Malaysia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 750, Sabtu (30/6/2018). Laga ini merupakan pertemuan ke-17 bagi Tommy dan Chong Wei. Namun Tommy masih belum berhasil meraih kemenangan dari peraih medali perak di Olimpiade Beijing 2008, Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini.

Tommy sebetulnya cukup memberikan perlawanan di game pertama, akan tetapi pertahanan Chong Wei memang begitu rapat dan sulit ditembus Tommy. Ditambah lagi Chong Wei mendapat dukungan penuh dari penonton di Axiata Arena. "Semua pemain yang melawan Chong Wei pasti merasakan hal yang sama dengan saya. Walaupun dia tidak muda lagi, tetepi speed dan powernya masih bagus, dia juga percaya diri, bahkan mengimbangi pemain muda. Regenerasi memang menurun dengan masih adanya Lin Dan dan Lee Chong Wei. Hingga saat ini Chong Wei masih menjadi salah satu kiblat tunggal putra," ujar Tommy kepada Badmintonindonesia.org.

"Di game pertama, saya bisa menemukan ritme permainan. Tetapi Chong Wei tak mau buang poin dengan mudah. Waktu bisa menyusul, dia jadi lebih percaya diri dan susah ditembus," beber Tommy soal permainan.

"Perjalanan saya masih panjang, masih banyak turnamen yang harus saya ikuti. Apalagi di bulan Juli ini penuh turnamen. Buat saya, ini malah jadi ajang latihan, karena sebagai pemain profesional kan susah untuk dapat sparring," ungkap Tommy.

Sementara dari pertandingan lain, pasangan ganda putri Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris kembali tak mampu mengatasi permainan  ganda Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

Peraih medali emas olimpiade Rio 2016 itu menekuk pasangan pelatnas Cipayung ini dengan permainan straight game, 21-9, 21-9.

Pada pertemuan sebelumnya di All England 2018 Matsutomo/ Takahashi juga mengalahkan Rizki/Della dengan skor 12-21, 14-21. Seperti diketahui, Matsutomo/Takahashi juga sering mempersulit langkah pasangan ganda putri andalan Indonesia saat ini yaitu Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Dalam pertandingan semifinal tersebut, Rizki/Della seperti tak dapat mengembangkan permainan mereka, sejak awal permainan, langkah mereka kerap dikunci oleh pasangan rangking empat dunia tersebut. "Memang kami belum bisa mengatasi mereka. Mereka seperti sudah menebak semua permainan kami, mainnya lebih pintar, lincah dan bisa memprediksi pengembalian kami," kata Rizki soal pertandingan. "Sebetulnya kami sudah coba untuk mengubah pola main, tetapi mereka ubah lagi, kembalikan ke pola mereka lagi. Pasangan Jepang ini selain berpengalaman, skill nya komplit, defense rapat, serangan bagus. Menang dari mereka memang sulit sekali," kata Della kepada Badmintonindonesia.org.