JAKARTA -- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meminta Warga Negara Indonesia (WNI) simpatisan ISIS yang tertangkap di Turki untuk tidak kembali lagi ke Indonesia. Dia malah mempersilakan WNI itu berjuang hingga mati.

"Sudah tidak usah kembali. Mereka berjuang di sana. Berjuang, berjuang sampai mati, kan begitu, " kata Ryamizard saat ditemui di Istana Negara, Senin (17/7/2017).

Otoritas Turki menangkap 435 Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Kelompok Negara Islam (ISIS). Jumlah itu meletakkan Indonesia jadi negara paling banyak ke-2 untuk jumlah anggota ISIS yang di tangkap di Turki sesudah Rusia dengan jumlah 804 orang. Tempat ke-3 dihuni Tajikistan dibarengi Irak serta Prancis dengan keseluruhan sejumlah 4.957 militan asing ditahan di Turki.

Kelompok ISIS sudah tertekan dan mulai mengalami kemunduran dalam peperangan di Irak. Para militan ISIS mulai menyebar ke beragam negara, serta diduga juga akan menanamkan paham radikal mereka di kawasan Asia Tenggara termasuk juga Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Ryamizard mengatakan, Kementerian Pertahanan sudah melakukan koordinasi dengan Malaysia serta Singapura terkait ini. Tetapi pemerintah Indonesia belum siaga satu terkait penyebaran paham radikalisme itu. Meskipun sekarang ini banyak teror di Indonesia yang mengatasnamakan ISIS.