BREAKINGNEWS.CO.ID - Kongres PSSI yang akan digelar di Jakarta, kembali disoal oleh pemerintah. Awalnya dalam surat menyurat dengan FIFA, telah disetujui jika kongres pemilihan Komite Eksekutif PSSI akan digelar pada 25 Januari 2020. Namun tiba-tiba berubah lagi menjadi 2 November 2019.

Perihal perubahan kongres pemilihan menjadi tanggal 2 November 2019, PSSI belum pernah memperlihatkan surat terbaru dari FIFA. “Saya dengar cuma ada e-mail dari FIFA. Tapi sampai sekarang tidak jelas seperti apa surat itu,” kata Togar Manahan Nero, mantan Ketua Komisi Disiplin PSSI.

 Togar meminta agar PSSI kembali patuh pada instruksi FIFA agar menggelar kongres pemilihan pada Januari 2020. “Sangat jelas di surat tertanggal 7 Agustus 2019, FIFA meminta kongres digelar Januari 2020, karena berbagai alasan yang menurut saya sangat masuk akal,” ungkap Togar.

Selain itu Togar juga mengingatkan sudah ada peringatan yang sangat halus dari pemerintah Lewat Kemenpora agar PSSI kembali  berkomunikasi dengan FIFA soal jadwal kongres.

“Apa yang disampaikan oleh Seskemenpora itu sudah sangat sopan dan lembut. Ini layaknya peringatan kepada PSSI. Jangan sampai, kongres pada 2 November nanti off side dan tidak diakui oleh FIFA bahkan oleh pemerintan RI sendiri,” tutur Togar.

Jika hal itu terjadi, maka yang dirugikan tentu sangat banyak. Terutama masyarakat sepak bola Indonesia yang tak kunjung mendapatkan pemimpin baru di PSSI yang lebih amanah. “Sebaiknya PSSI, kalau tak punya dasar dari FIFA untuk menggelar kongres 2 November, maka harus mundur seperti jadwal yang sudah disetujui FIFA,” kata Togar menegaskan.

Sebelumnya, jadwal kongres yang terus berubah memang menjadi catatan bagi Kementerian Pemuda dan Olahraga. Namun Seskemenpora Gatot S Dewa Broto menegaskan bahwa pemerintah tidak mau campur tangan terkait kongres PSSI yang menjadi urusan internal organisasi sepak bola itu.

Hanya saja Kemenpora meminta PSSI untuk kembali mengikuti arahan FIFA dengan menggelar kongres pemilihan pada 25 Januari 2020, sesuai jadwal yang disetujui FIFA. Gatot juga mengingatkan, kongres 2 November itu belum dapat persetujuan FIFA. Pihaknya mengingatkan agar PSSI meminta izin ke FIFA soal perubahan itu. "Lebih baik ikuti FIFA daripada hasil Kongres PSSI tidak diakui," ucap Gatot.

Selain itu Gatot meminta PSSI segera meminta izin dan komunikasi dulu dengan FIFA. Kalau perlu, pemerintah juga siap menguatkan komunikasi ke FIFA.