BREAKINGNEWS.CO.ID - Seminggu pasca pemilu 2019, hasil real count Pilpres yang telah termuat dalam Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap menunjukkan bahwa paslon 01 masih unggul ketimbang paslon 02 dengan margin yang konstan. 

Dipantau dari portal pemilu2019.kpu.go.id pada Kamis (25/4) pukul 15:30:03, surat suara sah yang masuk sudah meliputi 276.249 TPS dari 813.350 TPS di seluruh Indonesia, atau mencapai 33.96%. Capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih unggul dengan mendapat, 56,09% atau 29.123.044 suara, sementara pesaingnya Prabowo-Sandiaga meraih, 43,91% atau 22.795.516 suara.

Keunggulan kubu 01 itu terlihat di wilayah pemilihan Jawa Tengah dan Sulawesi Utara. Di kedua daerah yang merupakan lumbung suara Jokowi - Ma'ruf Amin itu margin keunggulan sangat signifikan. Di Jawa Tengah, contohnya. Dari 4.889.023 suara sah yang sudah masuk atau 17,82%, sebanyak 3.709.993 (75,88%) memilih Jokowi-Ma'ruf Amin. Sementara Prabowo-Sandiaga hanya mendapatkan 1.179.030 suara (24.12%).

Sedangkan di Sulawesi Utara, dari 231.288 suara sah yang sudah masuk (12,46%), sebanyak 175.043 (75,68%) suara memilih paslon 01 dan hanya 56.245 suara (24.32%) yang memilih paslon 02.

"Seperti komitmen kami sejak awal, bahwa Direktorat Relawan dan Saksi TKN setiap hari akan memberikan laporan berkenaan dengan perolehan suara hasil real count berdasarkan C1 dari saksi-saksi kami tersebar di seluruh Indonesia. Dua hari yang lalu kami telah menyatakan menang di DKI, kemudian menang pula di Lampung, dan Bangka Belitung. Kami juga akui kalah di Riau. Tidak lantas kalah, enggan kami akui," ujar  Direktur Relawan dan Saksi TKN, Lukman Edy saat jumpa pers di Media Center TKN, Jakarta, Kamis (25/4).  "Nah, hari ini kami mengumumkan bahwa kami menang di Jawa Tengah dan juga di Sulawesi Utara," tegasnya.

Lukman Edy menambahkan bahwa dari 35 Kabupaten yang ada di Jawa Tengah, tidak ada satupun kabupaten yang tidak dimenangkan kubu 02. "Kami memperoleh 75,88% suara, sementara pihak 02 hanya 24,12%. Data itu tidak jauh beda,  malah lebih sedikit kemenangan kami dibanding real count KPU. Berdasarkan data real count KPU untuk wilayah Jawa Tengah, kami sudah mendapat 77,02%, sementara kubu Prabowo 22,9%," lanjutnya.

Apa yang disampaikan Lukman Edy tidak jauh berbeda dengan quick count dua lembaga survei ternama, yakni SMRC dan Poltracking yang memuat angka, 77,43% dan 77,86%. 

"Jadi, klaim kemenangan kubu 02 bahwa mereka menang di Jawa Tengah, setelah kami selidiki hanya bohong belaka. Serupa seperti yang sudah-sudah, kubu 02 hanya menghitung keunggulan mereka di 105 TPS dari 135.391 TPS yang ada di Jawa Tengah. Jadi hanya 0,1% saja sampel TPS yang mereka ambil, dan itu di blow up menjadi kebohongan publik," jelas Lukman Edy.

Hal serupa juga terjadi di Sulawesi Utara. Dari data yang sudah masuk, yakni 731.288 suara sah atau 38,33%, sebanyak 75,68% dimenangkan kubu 01, sedangkan kubu 02 hanya mendapat 24,32%. "Jika disandingkan dengan real count KPU saat ini, datanya juga kurang lebih sama. Kubu Jokowi-Ma'ruf Amin mendapat 74,65% suara, sementara Prabowo-Sandiaga hanya 25,35%. Jadi jika mereka klaim kemenangan sampai 57%, maka mereka hanya mendapatkan di satu TPS saja. Padahal jumlah TPS di Sulawesi Utara ada 7.625 TPS. Ini sekali lagi membuktikan bahwa mereka bohong tidak tidak faktual dan hanya pilih-pilih TPS saja," tegasnya.

Terkait dengan berulang kalinya kebohongan yang muncul, maka Lukman Edy menyarankan agar kubu 02 untuk menghentikan hal-hal yang bisa menipu dan mempengaruhi opini publik. "Tak heran jika hingga kini mereka tidak berani untuk membuka war room mereka, tidak berani membuka metodologi mereka saat ditantang oleh lembaga-lembaga survei dan tidak berani untuk membuka data-data yang mereka miliki," ujar Lukman Edy.