BREAKINGNEWS.CO.ID- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf dari Fraksi NasDem, Johnny G Plate meminta terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax, Ratna Sarumpaet mengikuti proses persidangan dengan jujur dan sopan.
 
Hal tersebut dikatakan Johnny menanggapi sikap Ratna yang mengacungkan salam dua jari saat menjalankan sidang perdananya sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019) kemarin. 
 
"Ratna Sarumpaet sebaiknya ikuti saja proses pengadilan dengan jujur dan sopan. Semakin banyak omong semakin tidak dipercaya masyarakat apalagi kalau mau mencoba mengkaitkan dengan politik khususnya pilpres," ujar Johnny kepada BreakingNews.co.id, Jumat (1/3/2019). 
 
Johnny menegaskan, membawa simbol politik dalam persidangan di pengadilan akan ditertawakan masyarakat. "Membawa simbol simbol politik dalam persidangannya akan ditertawakan masyarakat. sebaiknya yang sopan dan jujur agar mendapat keringanan sesuai yang diatur oleh UU. Semakin berbelit akan dikesankan mau meneruskan kebohongan pada jaksa dan hakim," tegasnya. 
 
Diberitakan sebelumnya, Ratna Sarumpaet, mengacungkan simbol dua jari ketika akan menjalani sidang perdana kasusnya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Seperti diketahui, dua jari adalah khas dukungan untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
 
Momen ini terjadi saat Ratna menunggu majelis hakim masuk ke ruang sidang. Sidang dimulai sekitar pukul 09.35 WIB. Ratna sempat menjawab majelis hakim saat ditanya sejak kapan ia ditahan oleh kepolisian dalam kasus ini sebelum dakwaan dibacakan. "Sejak 5 Oktober 2018," kata Ratna dalam persidangan di PN Jaksel, Kamis (28/2/2019). 
 
Dalam perkara ini, Ratna Sarumpaet ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoaks, Jumat, 5 Oktober 2018. Aktivis perempuan itu sempat menggegerkan publik karena mengaku diamuk sejumlah orang. Pesan bohongnya lantas dibongkar polisi. Belakangan diketahui lebam di wajah Ratna bukan akibat dipukul, melainkan akibat operasi sedot lemak di RSK Bina Estetika.
 
Ibu kandung artis Atiqah Hasiholan itu dijerat Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 46 tentang Peraturan Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna terancam hukuman 10 tahun penjara.