BREAKINGNEWS.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI membatalkan agenda pemaparan visi-misi capres-cawapres yang sedianya bakal digelar Rabu (9/1/2019). Alasan pembatalan tersebut lantaran kedua tim paslon tidak sepakat terkait sosok yang akan membacakan visi dan misi tersebut.

Sebelumnya Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin meminta supaya pembacaan visi dan misi bisa diwakilkan kepada timses agar efektif, sementara tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berkukuh agar pembacaan dilakukan oleh kedua pasangan capres dan cawapres. Alhasil, karena tidak kata sepakat, KPU pun membatalkannya.

Setelah pembatalan tersebut, sempat muncul tagar 'JKWTakutPaparkanVisiMisi'. Tak ingin berlarut, Jubir TKN Jokowi-MA'ruf, Ace Hasan Syadzily, membantah capres dan cawapresnya takut paparkan visi dan misi. Menurut Ace, dalam proses pemaparan visi dan misi, sifatnya tidak ada interaksi dan dialog dengan panelis, hanya memaparkan visi dan misi.

"Justru kami ingin proses pemaparan visi dan misi itu dilakukan dengan debat sehingga kita bisa mendalami secara lebih substansial program apa yang akan dilaksanakan para kandidat Capres tersebut," kata Ace kepada wartawan, Minggu (6/1/2019).

Ace lalu menilai kubu Prabowo-Sandiaga dengan menyebut dokumen visi misi yang diserahkan ke KPU sangat berantakan. Bahkan, lanjut Ace, Hampir semua butir dan program aksi menjiplak Nawacita dengan modifikasi-modifikasi tertentu terutama untuk kepentingan membangun narasi. "Penjabaran bersifat sangat umum dan tidak tajam baik di bagian pilar maupun program aksi. Tidak ada tawaran dan langkah konkret yang akan dilakukan. Tidak terlihat ada kebaruan dan program aksi mereka. Yang dijanjikan terbaca klise,' ucap kata Ketua DPP Golkar itu.

Sementara itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengatakan, pembatalan agenda pemaparan visi dan misi bukanlah hal yang sangat signifikan. Tanpa adanya jadwal pemaparan visi dan misi, pihaknya telah melakukan sosialisasi visi dan misi."Semua akan melakukan sosialisasi. Setiap hari, kami juga melakukan. Pembatalan hanya acara. Tiap hari kami juga melakukan (pemaparan visi dan misi)," kata Hasto.

Karena itu, dia meminta persoalan tersebut tidak perlu diperdebatkan. Pemaparan visi dan misi sudah dan terus dilakukan saat kampanye dan bahkan saat debat capres-cawapres yang dimulai pada 17 Januari mendatang."Pada prinsipnya pembatalan hanya acara, tapi sosialisasi seluruh tim kampanye melakukan. Pas debat juga akan disampaikan (visi dan misi)," katanya.