BREAKINGNEWS.CO.ID- Tim Kampanye Nasional (TKN), Jokowi-Maruf turut mengomentari perbedaan penanganan kasus hoax Ratna Sarumpaet dengan kasus siraman air keras penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf dari Fraksi PKB, Abdul Kadir Karding mengatakan dua kasus tersebut berbeda. 
 
"Ya harus dilihat kasusnya beda. Kalau mba Ratna Sarumpaet bukti-bukti dengan mudah diperoleh, ada saksi Rumah sakit, ada CCTV, ada bu Ratna sendiri. Kalau kasus mas Novel sampai hari ini Polisi tak bisa menemukan bukti-bukti yang bisa dijadikan alat bukti," ujar Karding di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/10/2018). 
 
Namun Karding tetap mendorong pihak kepolisian supaya mengusut tuntas kasus yang membuat mata Novel Baswedan buta hingga saat ini. 
 
"Tapi kita semua harus mendorong kasus pak Novel harus diusut tuntas dan segera. Kalo kasus mas Novel sampai hari polisi belum bisa menemukan bukti-bukti yang bisa dijadikan alat bukti tapi kita semua harus mendorong kasus Novel ini harus diusut tuntas," tegasnya. 
 
Diketahui, Ratna Sarumpaet ditangkap polisi pada Kamis 4 Oktober 2018 malam di Bandara Soekarno Hatta saat hendak bertolak ke Cile. Ratna ditangkap atas kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax terkait penganiayaan terhadapnya.
 
Ibu dari artis Atiqah Hasiholan ini disangkakan dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE.  Atas kasus tersebut, Ratna terancam 10 tahun penjara.
 
Atas kasus hoax tersebut pun, Polda Metro Jaya memanggil Mantan Ketua MPR, Amien Rais untuk diperiksa sebagai saksi atas Ratna Sarumpaet. Akan tetapi Amien Rais mangkir pada panggilan pertama. Polisi pun memanggil ulang Amien Rais untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus Ratna Sarumpaet. Alumni 212 akan menggelar aksi mengawal dan mendampingi Amien Rais.
 
"Betul kami akan melakukan aksi mendampingi dan mengawal Amien Rais," ujar Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif kepada wartawan, Senin (8/10/2018).
 
Slamet mengatakan aksi itu akan digelar pada Rabu (10/10) mendatang. Aksi itu dilakukan berbarengan dengan waktu pemeriksaan Amien di Polda Metro. Slamet menyatakan akan ada ratusan Alumni 212 yang akan mengawal Amien Rais. "Kita kan bukan aksi ngawal saja, ya kurang lebih 500-an lah," tutur Slamet.
 
Pihak Polda Metro Jaya sebelumnya telah memastikan panggilan ulang untuk Amien ini. Panggilan ulang dilakukan karena Amien tak hadir pada panggilan hari Jumat pekan lalu.
 
"Ya tentunya kan kalau misalnya panggilan pertama tidak hadir, tentu kita akan lanjutkan panggilan yang kedua. Ya tentu kan seorang saksi kan yang mengetahui, melihat, yang mendengar, nanti kita akan gali semuanya dari itu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.
 
Polisi berharap Amien datang pada panggilan kedua ini. "Mudah-mudahan (hadir), insyaallah hadir," katanya.