JAKARTA — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebutkan publik mesti jeli dalam menanggapi pernyataan Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Viktor Bungtilu Laisdokat. Dia merekomendasikan proses klarifikasi pada pernyataan itu mesti tetaplah dilakukan.

"Sekarang kalau ada suatu pernyataan dari siapapun harus dibaca, didengar, dilihat dari rekaman aslinya. Nah, saudara Viktor ini kan yang berkembang rekaman editannya, pasti berbeda dengan rekaman aslinya," tutur Tjahjo pada wartawan selesai diskusi UU Pemilu di Hotel Century, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8).

Karenanya, Tjahjo merekomendasikan ada klarifikasi pada rekaman asli pernyataan Viktor. "Soal singgung pihak ketiga, ya ada prosesnya. Pertama, harus diklarifikasi betul atau tidak yang bersangkutan menyatakan hal itu ? Apakah rekaman itu asli ? Kalau rekaman editan kemudian dijadikan dasar hukum untuk mengadukan seseorang kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) atau kepolisian kan sayang," lanjut dia.

Selanjutnya Tjahjo menerangkan seseorang anggota DPR mempunyai hak imunitas untuk bicara. Anggota DPR mempunyai hak untuk menyebutkan pendapat dengan kritis serta objektif pada pemerintah. "Saya kira yang penting rekaman aslinya," kata dia memberikan.

Terlebih dulu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serta Partai Demokrat resmi melaporkan Ketua Fraksi Partai Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat ke MKD pada Senin (7/8). Hal semacam ini terkait pernyataan Vitor waktu ada di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengatakan empat partai yaitu Partai Gerindra, Demokrat, PAN serta PKS jadi pro ekstrimis Islam serta mendukung grup khilafah.

Karena pernyataannya itu juga, empat partai lewat perwakilannya semasing kompak melaporkan Viktor ke Bareskrim Polri serta menyusul ke MKD.

BREAKINGNEWS.CO.ID