BREAKINGNEWS.CO.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah membuat rencana untuk memperketat kenaikan biaya parkir kendaraan roda dua maupun roda empat disejumlah ruas jalan. Hal itu dilakukan sebagai upaya para pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan transportasi umum.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan, nantinya pada ruas Jalan Sudirman-Thamrin khusus kendaraan roda empat disediakan ruang sebanyak 69.000 dan roda dua 54.000 unit.

“Parkirnya pada koridor ruas jalan yang sudah bagus public transportnya. Artinya, ada BRT Transjakarta di sana, ada Jak Lingko, kemudian ada MRT Jakarta,” katanya saat dihubungi, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Ia menjelaskan, penerapan pengurangan satuan parkir dan peningkatan biaya parkir baru bisa berjalan ketika Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah DKI disahkan. Di mana keduanga tengah dilakukan pengkajian lebih dalam.

Sementara itu nantinya penerapan akan dibagi berbagai zonasi yakni ketat, rendah dan longgar yang mana pada setiap bagian itu bakal menjadi penentu besarannya. Artinya, semakin memasuki zona jalan Protokol maka pengetatan biaya parkir dan ruang parkir juga disesuaikan.

“Kita dorong dengan menggunakan park and ride. itu lah yang kita bakal subsidi, tarif jasa layanannya. Tapi semakin ke kota, pada ruas-ruas yang sudah bagus public transportnya, itu kita akan kendalikan, baik dari jumlah satuan ruang parkir, maupun tarif jasa layanannnya,” pungkas Sigit.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan pihaknya akan melakukan pengetatan terhadap parkir di Jakarta sebagai upaya mengalihkan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. “Pengetatan parkir itu dua (cara) yang dilakukan. Satu adalah dengan (cara) peningkatan biaya parkir, yang kedua dengan (cara) pengurangan tempat parkir," katanya. (Puji)