JAKARTA – Anak-anak yang seringkali konsumsi telur mulai sejak berumur enam bln. bisa alami perkembangan yang berkwalitas. Studi yang dipublikasikan di Pediatrics membuka anak-anak yang seringkali makan telur bakal terlepas dari kekerdilan. Berita baiknya lagi, walau seringkali makan telur resiko alergi pada anak-anak akan tidak turut bertambah.

Hasil studi lain yang dipublikasikan dalam American Jounal of Cinical Nutrition memanggil, anak-anak umur dua sampai enam th. yang rajin minum susu sapi tumbuh lebih tinggi di banding yg tidak minum susu sapi. Mereka miliki tubuh yang lebih tinggi bila dibanding anak-anak yang konsumsi susu memiliki bahan basic nabati atau yang datang dari hewan terkecuali sapi.

Lora Iannotti, profesor bagian kesehatan orang-orang di Washington University, menyampaikan baik telur ataupun susu yaitu sumber alami yang sediakan protein, lemak, vitamin, serta mineral. Terkecuali mempelajari kandungan serta faedah telur, Iannotti juga memahami jalinan pada susu dengan nutrisi pada anak.

“Anak-anak kita bukanlah anak ayam atau anak sapi, namun dari telur ayam serta susu sapi kita dapat ambillah faedah untuk kesehatan buah hati, ” tuturnya.

Pada riset pertama, Iannotti serta rekannya memperbandingkan perkembangan serta alur diet pada 163 anak di Ekuador. Anak-anak itu ada pada rentang umur enam hingga sembilan bln. saat studi itu diawali. Sepanjang enam bln., separuh dari mereka disuapi satu butir telur /hari. Sesaat yang lain makan seperti umum tanpa ada konsumsi spesial.

Diakhir percobaan, balita-balita yang ada di grup makan telur nyatanya resiko kekerdilan alami penurunan sampai 47 %. Resiko kekurangan berat tubuh dapat juga ditekan hingga 74 % dibanding anak-anak yg tidak di beri konsumsi telur sehari-hari. Tidak cuma tinggi serta berat tubuh yang berkembang tambah baik, body mass index (BMI) anak-anak di grup makan telur juga naik penting.

Menurut Iannotti, telur dapat dengan gampang menolong melakukan perbaikan perkembangan anak-anak di negara miskin. Telur dapat didapat dimana saja serta harga nya lebih murah dari pada ikan atau daging. Telur juga bahan makanan yang dapat didistribusikan ke beragam tempat dengan gampang.

“Makanan ini kaya kolin yang disebut nutrisi utama untuk perkembangan dan banyak kandungan asam amino, ” tuturnya.

Walau sekian, Iannotti menyatakan telur bukanlah hanya satu sumber gizi yang menolong perkembangan. Buah, sayur, serta biji-bijian tetaplah diperlukan sepanjang masa tumbuh kembang anak. Terkecuali telur, susu juga miliki peranan utama dalam pemenuhan nutrisi pada anak.

Riset ke-2 Iannotti memperbandingkan grup anak-anak yang minum susu sapi serta tidak minum susu sapi. Studi itu melibatkan sekitaran lima ribu anak berumur dua sampai enam th.. Grup yang rajin minum susu sapi nyatanya lebih tinggi 0, 2 sentimeter di banding anak-anak seusianya. Sedang anak yang minum susu terkecuali dari sapi seperti susu kedelai atau susu kambing, malah lebih rendah 0, 4 sentimeter. Gabungan mengkonsumsi pada susu sapi serta susu non-sapi juga tidak tunjukkan ada perkembangan tinggi tubuh diatas rata-rata.

Ada selisih tinggi sampai 1, 5 sentimeter pada anak berusia tiga th. yang minum susu sapi sehari-hari dengan yg tidak minum susu sapi. Susu sapi mulai sejak lama di kenal jadi sumber protein serta lemak untuk anak-anak. Tetapi saat ini banyak orangtua pilih alternatif terkecuali susu sapi yang belum pasti kandungan gizinya tambah baik.

Dua gelas susu sapi memiliki kandungan 16 gr protein yang penuhi 100 % keperluan protein untuk balita berumur tiga th.. Tetapi butuh diingat, susu sapi tidak disarankan diminum oleh bayi yang berumur kurang dari setahun.