BREAKINGNEWS.CO.ID - Aktivis sekaligus wartawati Nanik Sudaryati Deyang alias Nanik S Deyang disebut-sebut dekat dengan Prabowo Subianto. Meski sempat mendukung Presiden Joko Widodo, kini Nanik telah beralih sebagai Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi untuk maju Pilpres 2019 mendatang.

Namun, Nanik kembali mencuat ditengah hebohnya kasus aktivis Ratna Sarumpaet, Polda Metro Jaya melayangkan surat pemanggilan terhadap, Nanik S Deyang pada Jumat (12/10/2018), untuk pemeriksaan Nanik sebagai saksi dalam kasus kebohongan atau hoaks Ratna Sarumpaet.

Nanik dipanggil karena menjadi orang yang mengabarkan berita penganiayaan Ratna kepada capres Prabowo Subianto. Nanik akan diperiksa Polda Metro Jaya pada Senin, 15 Oktober 2018, yang diagendakan pukul 13.00 WIB.

"Untuk agenda Senin, dari penyidik hari ini melayangkan surat panggilan kepada Ibu Nanik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya.

Penyidik, kata Argo, akan menanyakan beberapa hal pada Nanik. Menurutnya, Nanik akan dimintai keterangan soal informasi Ratna dianiaya yang disampaikannya kepada Prabowo.

"Jadi Bu Nanik ini perannya adalah dia yang memberitahukan adanya bahwa RS dianiaya, memberitahukan pada Pak Prabowo, ini kita akan gali keterangannya seperti apa," ujarnya.

Seperti diketahui, aktivis Ratna ditangkap pihak kepolisian saat berencana terbang ke luar negeri lewat Bandara Soekarno Hatta. Penangkapan itu berdasarkan sejumlah laporan yang diterima oleh Polda Metro Jaya.

Laporan tersebut menyangkut tentang kebohongan yang telah dia akui tentang pengeroyokan di Bandung, 21 September lalu.

Setelah diselidiki polisi, rupanya di tanggal itu Ratna operasi plastik di Rumah Sakit Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat. Ratna pun mengakui telah melakukan kebohongan.

Ratna dijerat Pasal 14 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang hukum pidana. Dia juga disangkakan, pasal 28 ayat 2 UU ITE.

Sebelumnya, polisi memutuskan menolak permohonan tahanan kota pihak Ratna. Polisi beralasan masih membutuhkan keterangan Ratna.

"Dengan alasan masih dalam proses sidik, kemarin contoh, masih perlu pemeriksaan tambahan karena kita mendapatkan pemeriksaan saksi, nah kita cross-check. Jadi ada pemeriksaan-pemeriksaan tambahan itu kita lakukan. Jadi belum bisa dikabulkan," kata Argo.