BREAKINGNEWS.CO.ID - Timnas Indonesia U-22 terus melakukan persiapan jelang tampil di Piala AFF U-22 di Kamboja 17 Februari-26 Maret 2019. Saat ini, Timnas Indonesia tengah menjalani pemusatan latihan di Jakarta. Hingga saat ini, latihan sudah memasuki pekan keempat.

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, mengatakan pada tahapan ini para pemainnya sudah masuk dalam periodesasi taktikal. "Setelah minggu kemarin kami upgrade kondisi fisik mereka, hari ini kami mulai membentuk tim dalam dua minggu," kata Indra saat ditemui selepas memimpin latihan di Stadion Madya, Komplek GBK, Senayan, Jakarta, Senin (28/1/2019).

Indra menambahkan, saat ini ia dan PSSI sedang berkordinasi untuk mencari lawan uji coba untuk para pemainnya. Kemungkinan, kata Indra, laga uji coba akan digelar pada awal Februari 2019, dan melawan dua klub Liga 1.

"Tanggal 6 dan tanggal 9 Februari ini kami sedang menghubungi. Sekjen PSSI (Ratu Tisha) tengah menghubungi Bhayangkara FC untuk tanggal 6 dan Persebaya tanggal 9. Lawan Persebaya kami minta di Surabaya tapi lagi dibicarakan. Akan tetapi, secara personal saya dan coach Djadjang Nurjaman (pelatih Persebaya) sudah setuju untuk membantu kami uji coba," bebernya.

Fokus Pertahanan

Lebih lanjut, Indra mengatakan saat ini fokus timnya adalah memperkuat sisi pertahanan. "Tadi kami belajar defense. Jadi defense di daerah lawan, seperti lapangan tengah, dan di wilayah sendiri. Jadi kami mengenalkan beberapa macam taktikal kepada mereka. Jadi hari ini khusus latihan defense dan besok akan saya ulang lagi," kata mantan pelatih Bali United itu.

Tiga Pemain Belum Datang

Dari 30 pemain yang ada, sejatinya Indra Sjafri masih memiliki tiga pemain yang belum bisa datang ke pemusatan latihan. Ketiga pemain itu adalah Ezra Walian, Saddil Ramdani, dan Egy Maulana Vikri. Mereka masih memperkuat klubnya di luar negeri yang saat ini tengah menjalani pre season. Untuk ketiganya, Indra belum mau mengambil keputusan untuk melakukan pencoretan. Sebab, ia meyakini, mereka akan memenuhi panggilannya. "Mereka pasti akan datang, karena saya tahu persis mereka itu sangat ingin bermain di timnas. Saya garis bawahi mereka pasti sangat ingin bermain di timnas. Tapi ada regulasi yang harus kita saling patuhi antara timnas dan klub, ini yang lagi disamakan, diatur, dikomunikasikan oleh federasi," ucapnya.