BREAKINGNEWS.CO.ID - Memasuki hari kelima pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22, Jumat (11/1/2018), pemain naturalisasi Ezra Walian belum juga datang. Pemain 21 tahun tersebut masih menjalani pre season bersama klub kasta kedua Liga Belanda, RKC Wallwijk.

Padahal, Timnas Indonesia hanya memiliki sedikit waktu untuk mempersiapkan diri tampil di Piala AFF U-22 di Kamboja pertengahan Februari mendatang. Namun, situasi ini tak membuat pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri merasa cemas. Dia yakin, jebolan Ajax Amsterdam itu dapat mengikuti pemusatan latihan bersama 37 pemain lainnya.

"Kami masih berkomunikasi dengan klub Ezra, kapan waktu yang tepat dia bisa bergabung. Sejauh inu, komunikasi berjalan lancar," kata Indra Sjafri ketika ditemui selepas memimpin latihan di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta.

Pelatih asal Sumatera Barat itu menambahkan. Andaipun situasinya lebih buruk, dalam arti Ezra benar-benar tidak bisa gabung dengan Timnas Indonesia U-22, ia takkan mempermasalahkan. Karena, lanjut mantan pelatih Bali United itu, saat ini dia masih memiliki stok pemain depan.

"Cukup tiga pemain di tiap posisi. Di striker, saya masih ada Marinus Wanewar (Bhayangkara FC), Dimas Drajad (PS TIRA), Billy Keraf (Borneo FC), Septian Bagaskara (Persik Kediri), Beny Oktaviansyah (Kalteng Putra) mereka masih kami nilai. Kalah dia (Ezra) tidak datang, tidak masalah tanpa dia," ucap Indra.

Kedatangan Ezra memang ditunggu-tunggu oleh publik. Sebab, selain memiliki pengalaman bermain di luar negeri. Ezra, adalah salah satu pemain yang paling berpengalaman di skuat Timnas U-22. Pasalnya, Pada 2017, Ezra juga menjadi bagian Garuda Muda besutan Luis Milla kala berlaga di SEA Games di Malaysia.

Sebelumnya, PSSI melalui sekjenya Ratu Tisha mengklaim bahwa RKC Wallwijk telah memberikan izin sang pemain untuk terbang ke Jakarta. "Kami komunikasi. Kalau tidak diizinkan mereka balas surat. Tidak diizinkan maksudnya, ada salah satu isi (surat balasannya) soal negosiasi waktu. Kalau diizinkan mereka tidak balas, mereka langsung komunikasi. Mereka itu biasanya begitu, baik klub Indonesia maupun klub luar negeri," kata Tisha.

"Kami sudah komunikasi mengenai tanggal dan waktunya saja kapan pasnya kami ke sana. Di sana kan periodenya latihan juga, sedangkan di sini periodenya latihan juga, sama baik bagi pemain,"ujarnya, menambahkan.