JAKARTA - Ada hal menohok kala Timnas Indonesia U-19 dibantai Timnas U-19 Jepang 1-4. Bergema suara mantan pelatih skuad Garuda Nusantara, Indra Sjafri di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Gawang Indonesia yang dikawal oleh Aqil Savik dijebol oleh Miyashiro Taisei (16’,49’), Yamadi Kota (48’) dan Ando Mizuki (80’ P). Sedangkan satu-satunya gol dari pasukan Bima Sakti dicetak oleh Aji Kusuma pada menit-menit akhir pertandingan.

Tampaknya, suporter mulai jengkel saat Timnas Indonesia kebobolan dengan mudah pada awal babak kedua. Dalam kurun waktu dua menit, anak-anak Samurai Biru dua kali menggetarkan jala Garuda.

Alhasil, hampir empat ribu penonton secara kompak berteriak Indra Sjafri ke arah bangku cadangan timnas Indonesia. "Indra Sjafri! Indra Sjafri!" teriak para penonton dari berbagai penjuru tribun SUGBK.

Namun, hal itu tak membuat Bima Sakti meradang. Pria 42 tahun tersebut setelah pertandingan mengatakan adalah hal yang wajar karena penonton merindukan kemenangan dan prestasi.

"Bukan cuma saya saja, Jose Mourinho, Arsene Wenger pun pernah mengalaminya, ini adalah hal yang wajar. Saya kira, lebih baik kita kalah dari tim kuat seperti Jepang lalu kita ambil pelajaran, daripada menang melawan klub lemah," kata Bima Sakti.

Di sisi lain, Indra Sjafri memang terasa kental dengan Timnas Indonesia U-19. Sebab, Ia pernah mengantarkan timnas U-19 sebagai juara Piala AFF U-18 pada 2013. Tak hanya itu, Pelatih berdarah Minang itu juga cerdik untuk mengasah kemampuan pemain muda. Sebut saja, Evan Dimas, Ilham Udin, dan Egy Maulana Vikry, mereka adalah produk dari Indra Sjafri.

Namun, Indra tak lagi meneruskan jabatannya sebagai pelatih Timnas Indonesia U19 sejak 12 November 2017. Dua kekalahan secara berturut-turut di Kualifikasi Piala Asia U-19 menjadi salah satu alasan ia didepak.

Kekosongan kursi pelatih yang ditinggal Indra membuat PSSI menunjuk Bima Sakti yang merupakan asisten pelatih Timnas Indonesia senior dan U-23. Namun, Bima harus mengawali debutnya dengan kekecewaan dari kekalahan timnya yang mencolok.