BREAKINGNEWS.CO.ID-Timnas Gulat Asian Games Indonesia tiba di tanah air, Rabu (18/7/2018) pagi. Penerbangan Qatar Air 958 yang membawa 12 pegulat putra bersama manajer tim Gusti Randa serta tiga pelatih, yakni Edem Abduraimov, Buyamin dan Zulhaidir, bertolak dari Sofia, Bulgaria, Selasa (17/7) pukul 13.00 waktu setempat, tiba di bandara Soetta Rabu pukul 07.45 WIB.

Timnas Gulat Asian Games Indonesia yang terdiri dari 12 pegulat putra dan enam putri berlatih di Bulgaria sejak 22 April 2018. Selama 87 hari di sana mereka berlatih dan menjalani serangkaian try-out dengan pegulat pegulat nasional Bulgaria di beberapa kota. Sparring-partner dengan lawan-lawan tangguh juga dijalani oleh enam pegulat putri.

Ke-12 pegulat putra yang kembali ke tanah air Rabu ini terdiri dari enam pegulat gaya bebas dan enam gaya grego. Enam pegulat gaya bebas adalah Eko Roni Saputra (57 kg/Kaltim), Ardiansyah (65 kg/Kaltim), Rizky Dermawan (74 kg/DKI Jakarta), Fakhriansyah (86 kg/Kalsel), Ronald Lumban Toruan (97 kg/Sumsel), dan Dimas Seto (125 kg/Jatim). Sementara enam pegulat gaya grego, Hasan Sidik (59 kg/Jatim), M.Aliansyah (66 kg/Kaltim), Andika Sulaeman (75 kg/DKI Jakarta), Lulut Gilang Saputra (85 kg/Jatim), Ashar Ramadhani (98 kg/Kaltim), dan Papang Ramadhani (130 kg/Kaltim).

Dari total 18 pegulat yang dikompetisikan di Asian Games XVIII/2018, enam pegulat putri sudah lebih dulu kembali ke Indonesia pada pertengahan Juni lalu. Yakni, Eka Setiawati (48 kg/Jabar), Dewi Ulfa (53 kg/Kaltim), Mutiara Ayu Ningtias (58 kg/Jatim), Dewi Atiya (63 kg/Jabar), Desi Sinta (69 kg/Banten), dan Ridha Wahdaniyati (75 kg/Kalsel). Saat ini mereka sudah melanjutkan proses pelatihannya di Malang, Jatim, ditangani pelatih Fathur Rahman

Menurut keterangan manajer Timnas Gulat Asian Games Indonesia, Gusti Randa, ke-18 pegulat pelatnas Asian Games ini akan melanjutkan kembali proses latihannya secara bersama-sama mulai 22 Juli mendatang, di Icuk Sugiarto Training Camp (ISTC), Cisaat, Sukabumi. Ke-12 pegulat putra yang baru pulang hari ini mendapat libur empat hari, kembali ke daerah asalnya masing-masing.

Proses pelatihan lanjutan di ISTC juga akan melibatkan Ivanov Stefan Ganchev, pelatih baru asal Bulgaria yang dikonsentrasikan membantu menangani pegulat gaya bebas putra dan putri, yang selama ini dilatih oleh Fathur Rahman dan Zulhaidir. "Ivanov Stefan Ganchev baru bergabung beberapa hari kedepan karena pemberlakuan visanya mulai 19 Juli, jadi dia belum bisa berangkat bersama kita kemarin," kata Gusti Randa di bandara Soetta.

Pelatih Edem Abduraimov, Buyamin dan Zulhaidir mengakui, banyak kemajuan yang dicapai ke-12 pegulat putri selama ditempa dan menempa diri di Bulgaria. Baik itu pegulat gaya bebas atau gaya grego. "Sekarang tinggal bagaimana mereka mempertahankan kondisi baik yang sudah dicapai," ujar Edem Abduraimov, pelatih gaya grego asal Uzbekistan.

Buyamin mengakui, tidak mudah untuk me-maintenance kemajuan yang sudah diperoleh. Namun, dia percaya para pegulat terbaik tanah air ini memiliki tanggung-jawab besar untuk melakukan itu. "Mereka sangat faham beratnya tanggung-jawab yang diemban, sebab bagaiimanapun juga meereka menjadi harapan bangsa," ujar Buyamin, pelatih asal Kaltim yang sudah belasan tahun menangani pegulat pelatnas.

"Banyak kemajuan, terutama dari segi teknis juga. Tinggal memperkuat dorongan mentalnya saja," demikian disampaikan Zulhaidir, yang bersama Fakhriansyah menginap semalam di Hotel Century karena tidak mendapatkan penerbangan ke Banjarmasin, Kalsel.